IHSG Awal Transaksi Lanjut Koreksi Dipicu Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/1/2024), kembali bergerak anjlok dipicu atas berlanjutnya penurunan saham-saham emiten Prajogo Pangestu. IHSG turun 33 poin (0,46%) menjadi 7.164 hingga pukul 09.02 WIB.
Penurunan indeks dipengaruhi atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar, sektor industry, sektor kesehatan, sektor teknologi, dan sektor infrastruktur.
Baca Juga
Pemulihan Terlihat, Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi Beli Saham AVIA
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi, sektor consumer primer, dan sektor consumer non primer.
Sedangkan saham dengan penguatan tertinggi awal transaksi ini, yaitu saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) melesat hingga auto reject atas (ARA) Rp 61 (34,86%) menjadi Rp 236 dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) melesat ARA Rp 380 (24,84%) menjadi Rp 1.910, dan PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) menguat Rp 52 (22,81%) menjadi Rp 280.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS), dan PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS).
Baca Juga
Kemarin, pemodal asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 304,16 miliar, meskipun IHSGBEIanjlok 83,38 poin (1,14%) ke level 7.200,20. Penurunan dalam indeks kemarin dipicu ambruknya saham-saham emiten Prajogo Pangestu.
Net buy terbanyak melanda saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 180,94 miliar, PT Barito Paicifik Tbk (BRPT) Rp 113,81 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 98,93 miliar.

