10 Hari Transaksi, Nilai Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini Menguap Rp 608 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham tiga saham emiten Prajogo Pangestu telah menguap mencapai Rp 608 triliun. Hal ini dipicu atas penurunan dahsyat saham-saham tersebut sepanjang Januari 2024 berjalan.
Berdasarkan data, harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) telah merosot dari level penutupan akhir 2023 Rp 7.475 menjadi Rp 4.330 pada penutupan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/01/2024).
Baca Juga
Hal ini membuat kapitalisasi pasar saham perseroan anjlok dari level Rp 1.000 triliun menjadi Rp 579 triliun atau telah menguap lebih dari Rp 421 triliun. Bahkan, kapitalisasi pasar saham perseroan merosot dari peringkat dua ke lima.
Saham kedua dengan penurunan kapitalisasi pasar yang tak kalah dahsyat adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) setelah harga sahamnya merosot dari penutupan akhir 2023 Rp 5.250 menjadi Rp 3.420 pada penutupan sesi I hari ini.
Pelemahan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham perseroan menguap dari level akhir tahun lalu Rp 454 triliun menjadi Rp 295 triliun atau telah melayang senilai Rp 159 triliun. Hal ini membuat posisi market cap perseroan turun dari peringkat lima ke delapan.
Baca Juga
Begitu juga dengan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) telah turun dari level penutupan akhir 2023 senilai Rp 1.330 menjadi Rp 1.025. Hal ini menjadikan nilai kapitalisasi pasarnya merosot dari Rp 124 triliun menjadi Rp 96 triliun atau telah merosot Rp 28 triliun.
Sementara itu, pada perdagangan awal hari ini saham tiga emiten Prajogo Pangestu ini dibuka menguat, namun menjelang penutupan sesi I. Ketiga saham tersebut kompak memerah dan kembali terjun.

