Saham Emiten Prajogo (TPIA) Tiba-tiba Terbang Geser AMMN dan BBRI, Apa Pemicunya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), mendadak melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/5/2024).
Data BEI mengungkap, saham TPIA melesat Rp 450 (5,59%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 8.500. Saham ASII bergerak dalam rentang Rp 8.050 hinga Rp 8.700 sampai pukul 10.27 WIB.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Gandeng Glencore Akuisisi Kilang Minyak dan Ethylene Shell di Singapura
Berkat lompatan harga tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini tiba-tiba merangsek ke urutan tiga setelah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 1.260,93 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.189,60 triliun.
Bahkan, saham TPIA melengserkan dua emiten besar sekaligus, yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan market cap terbesar turun keperingkat empat senilai Rp 716,34 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 714,03 triliun turun ke peringkat lima besar.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Lanjutkan Rugi Bersih hingga Utang Membengkak
Sebelum lompatan harga ini, TPIA mengumumkan dua aksi korporasi. Pertama, Chandra Asri (TPIA) akan mengakuisisi sebanyak 100% saham perusahaan kilang minyak mentah, Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) dari Shell Singapore Pte, dinilai berdampak positif bagi perseroan ke depan.
Investment Analyst Stockbit Sekuritas Theodorus Melvin menilai bahwa akuisisi tersebut akan memberikan tiga dampak positif bagi TPIA, yaitu pertumbuhan pendapatan yang signifikan, diversifikasi produk melalui kepemilikan bisnis kilang, dan sinergi dengan Glencore untuk meningkatkan daya saing global.
“Kami memperkirakan pendapatan perseroan berpotensi meningkat lima kali, seiring dengan potensi pendapatan tambahan berkisar US$ 8-10 miliar per tahun dari akuisisi kilang tersebut,” tulisnya dalam riset hariannya.
Baca Juga
Saat Kinerja Chandra Asri (TPIA) Improve, Sekuritas Ini Utamakan Saham BRPT
Dengan posisi sebagai pengendali dalam perusahaan patungan tersebut, TPIA berpeluang mendapatkan tambahan pendapatan sekitar US$ 6,4-8 miliar per tahun atau naik 3-4 kali lipat, dibandingkan pendapatan perseroan tahun tahun 2023 mencapai US$ 2,2 miliar. Diversifikasi bisnis ini diharapkan dapat membantu meningkatkan performa keuangan TPIA dari posisi rugi bersih US$ 33,6 juta tahun 2023 dan US$ 33,1 juta pada kuartal I-2024.
Sentimen selanjutnya adalah Keputusan RUPS TPIA yang membagikan dividen dividen tahun buku 2023 senilai Rp 5,57 per saham dengan rencana pembayaran pada 12 Juni 2024. Dividen tersebut diambil dari laba bersih yang dapat diatribusikan keapda entitas induk tahun lalu US$ 152,12 juta.
Grafik Saham TPIA Ytd

