IHSG masih Trend Bearish, BRI Danarkesa Jagokan MBMA dan TPIA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/5/2024), masih cenderung bearish secara trend. Potensi penurunan lebih lanjut tetap terbuka.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan berlanjutnya trend bearish setelah indeks pada penutupan hari terakhir melemah, sehingga rebound masih tertahan resisten MA 20 di 7.151.
Baca Juga
Pendapatan Naik 76%, Laba Asri Karya Lestari (ASLI) Malah Anjlok 69,92% di Kuartal I-2024
Pola tersebut menunjukkan bahwa peluang penurunan lebih lanjut IHSG ke area support 7.014 dan 6.893 tetap terbuka. Namun demikian, sejumlah saham tetap menarik untuk dicermati dengan potensi penguatan lebih lanjut.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MBMA dengan target harga Rp 615-680 dan saham TPIA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 8.350-8.800. Sebaliknya saham BBTN dan BRMS direkomendasikan jual.
Sepanjang pekan lalu, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,99 triliun dalam tiga hari transaksi sepekan ini. Aksi ini menjadikan total pembelain bersih saham oleh investor asing di BEI year to date (ytd) turun menjadi Rp 1,49 triliun.
Baca Juga
Berdasarkan data BEI, penyumbang terbesar net sell saham pekan ini adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia tbk (BBRI) Rp 1,58 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 618,39 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 293,36 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 209,50 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 177,92 miliar.
Sebaliknya lima saham yang diborong asing sepanjang pekan ini atau dalam tiga hari transaksi saham dalam minggu ini adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 81,01 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 73,88 miliar, PT BFI Finance Tbk (BFIN) Rp 64,82 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 63,46 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 51,60 miliar.
Grafik IHSG

