10 Emiten Bersaing Meraih Predikat ‘Best Investortrust Companies 2024’
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak 10 emiten berhasil masuk babak final sebagai nominator untuk memperebutkan predikat Best Investortrust Companies 2024. Malam penganugerahan emiten terbaik versi investortrust.id ini rencananya digelar pada 16 Mei 2024, di Aryaduta Hotel Jakarta.
Para nominator telah melalui sejumlah tahapan penilaian dan penjurian ketat, sampai akhirnya terpilih sebagai nominasi Best Investortrust Companies 2024.
Nominasi emiten terbaik dibagi dalam tiga kategori kapitalisasi pasar, yaitu sebanyak 5 nominasi emiten dengan kapitalisasi di atas Rp 15 triliun (big cap), kemudian 3 nominasi emiten berkapitalisasi pasar Rp 5 triliun hingga Rp 25 triliun (middle cap), serta 2 nominasi emiten berkapitalisasi pasar di bawah Rp 5 triliun (small cap).
Selanjutnya, Dewan Juri menetapkan 6 peraih singgasana terhormat Best Investortrust Companies 2024. Sedangkan nominasi yang tersingkir di babak final mendapat kehormatan sebagai juara sektor.
Penilaian babak final dilakukan Dewan Juri Investortrust Emiten Awards 2024 dengan melakukan wawancara langsung terhadap manajemen 10 emiten yang masuk sebagai nominator. Proses wawancara ini berlangsung sejak 29 April 2024 hingga 3 Mei 2024.
Adapun 10 kandidat juara yang berhasil masuk di babak wawancara dengan juri yaitu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). 5 emiten tadi merupakan nominator kelompok emiten big cap.
Kemudian nominasi kelompok middle cap yaitu, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM). Sedangkan nominasi pada kelompok small cap terdiri dari, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) dan PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk (SAMF).
Ketua Tim Juri Best Investortrust Companies 2024, Prof Roy Sembel yang merupakan Guru Besar Besar IPMI Business School menjelaskan, pada proses wawancara, Dewan Juri meminta penjelasan lebih dalam terkait berbagai strategi dan langkah perusahaan dalam mendorong pertumbuhan kinerja, terutama di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global.
“Kami juga menggali strategi Perseroan untuk mengoptimalkan peluang di bawah kebijakan pemerintahan baru hasil Pemilu 2024, diantaranya kebijakan pemerintah dalam memperkuat hilirisasi dan transformasi ekonomi,” urai Roy Sembel di Jakarta, Jumat (3/5/2024).
Pendalaman materi tersebut sesuai dengan tema acara Best Investortrust Companies 2024, yaitu “Reaping Strategic Opportunity to optimize value under new administration.” Tidak kalah penting, Dewan Juri menurut Roy juga concern pada upaya, serta hasil yang telah dicapai Perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip Environment, Social & Government (ESG).
Pertanyaan-pertanyaan mendalam dan kritis yang dilayangkan juri saat wawancara penjurian di babak final menggambarkan kepakaran para anggota Tim Juri Best Investortrust Companies 2024 di bidang masing-masing.
Sebagai catatan, tahun ini Best Investortrust Companies 2024 melibatkan 7 juri yang merupakan para pakar di bidang keuangan, investasi dan pasar modal, yaitu: Prof Roy Sembel sebagai Ketua Dewan Juri, Primus Dorimulu selaku Pemimpin Redaksi Investortrust.id sebagai Sekretaris Dewan Juri, sedangkan anggota juri masing-masing terdiri dari, Prof Sidharta Utama yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Kemudian, Kepala Ekonom PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat, Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja, Chairman dan Chief Executive Partner RSM Indonesia Amir Abadi Jusuf, serta Pengamat Pasar Modal Suheri.
Penjurian Panjang dan Ketat
Penjurian final dalam bentuk wawancara merupakan tahapan penting bagi Dewan Juri dalam menentukan emiten terbaik. Karena itu juri memberikan bobot penilaian 25% untuk tahapan wawancara.
Namun tahapan penilaian lain juga sangat menentukan, salah satunya hasil polling dengan melibatkan pelaku pasar seperti analis, manajer investasi, hingga investor institusi dan individu untuk turut memberikan penilaian dari masing-masing nominator.
“Panilaian pelaku pasar juga cukup penting agar dalam penentuan pemenang makin objektif dan diterima pelaku pasar,” urai Roy Sembel.
Tahapan penyebaran angket kepada pelaku pasar ini dilakukan selama dua pekan, sejak pertengahan April 2024 hingga awal Mei 2024. Hasil polling ini diberi bobot penilaian 25%. Sementara bobot paling tinggi diberikan untuk penilaian kinerja fundamental dan teknikal emiten dengan porsi 50%.
Sebelum tahapan wawancara dan penyebaran angket, proses penilaian Best Investortrust Companies 2024 dimulai sejak akhir Maret 2024, diawali dengan menghimpun dan menginput laporan keuangan audited tahun buku 2023 yang dipublikasikan emiten. Pekerjaan ini dilakukan oleh Tim Litbang Investortrust.id.
Setelah data terkumpul, Tim Juri melakukan rapat perdana untuk menentukan tema pemeringkatan, seleksi awal dan kriteria pemeringkatan.
Untuk seleksi awal, Dewan Juri menetapkan 8 kriteria, yaitu: 1. Laporan keuangan 2023 tepat waktu (selambatnya 31 Maret 2024), 2. Emiten yang tercatat di BEI sebelum tahun 2023. 3. Tidak memperoleh opini disclaimer dari akuntan publik, 4. Tidak menderita rugi operasional dan rugi bersih tahun 2023, 5. Memiliki ekuitas tak kurang dari Rp 100 miliar.
Kemudian, 6. Tergolong saham aktif. Transaksi per hari selama periode 1April 2023 hingga 31Maret 2024 tak kurang dari 80%. Tidak boleh ada hari tanpa transaksi selama sepuluh pekan, kecuali saham yang disuspensi. Kesepuluh pekan itu tak perlu berturut-turut. Kalau dalam satu pekan tak ada satu pun transaksi, maka emiten yang bersangkutan langsung masuk hitungan sepekan tanpa transaksi. Lalu, 7. Memiliki ekuitas positif 2 tahun terakhir, dan 8. Menggunakan tahun buku Desember.
Sebagai catatan, hanya emiten-emiten yang memenuhi 8 kriteria tersebut yang berhak masuk dalam tahap perhitungan pemeringkatan. Adapun proses pemeringkatan Dewan Juri menggunakan sebanyak 8 kriteria kuntitatif yaitu:
1. Return 1 tahun: Hasil yang diperoleh pemegang saham selama setahun dari capital gain dan dividend yield.
2. Volatilitas return: diukur dengan standar deviasi return mingguan.
3. Likuiditas saham: Likuiditas saham yang dimaksud adalah perbandingan volume transaksi dikaitkan dengan frekuensi transaksi dan jumlah hari perdagangan di bursa.
4. Pertumbuhan penjualan 3 tahun: Pertumbuhan penjualan rata-rata tahunan selama 3 tahun terakhir (dalam persen).
5. Pertumbuhan Laba operasi 3 tahun: Pertumbuhan laba operasi rata-rata tahunan selama 3 tahun terakhir.
6. Net operating margin: Perbandingan laba usaha dengan penjualan bersih yang diperoleh.
7. Asset turn over (ATO): Perbandingan antara penjualan bersih dengan aset. Aset yang digunakan adalah rata-rata aset tahun 2022-2023.
8. Return on equity (ROE): Perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas. Ekuitas yang digunakan rata-rata ekuitas tahun 2022-2023.
Juara Sektor dan Special Awards
Proses pemeringkatan dengan menggunakan 8 kriteria fundamental dan teknikal tadi memunculkan 10 emiten terbaik sebagai nominasi, yang terbagi dalam 3 kelas kapitalisasi pasar, sebagaimana disebutkan sebelumnya.
Selain 10 nominasi, seleksi di tahap perhitungan kinerja fundamental dan teknikal juga memunculkan 11 juara sektor. Masing-masing sektor hanya dipilih 2 pemenang. Sektor-sektor yakni: Bahan Baku, Barang Konsumsi Non Primer, Barang Konsumsi Primer, Energi, Infrastruktur, Kesehatan, Keuangan. Kemudian juara sektor Perindustrian, Properti dan Real Estate, Teknologi serta Transportasi & Logistik.
Pada ajang pemeringkatan emiten kali ini, Investortrust juga memberikan special awards kepada sejumlah emiten untuk kategori Initial Public Offering Terbaik (Best IPO), Pertumbuhan Penjualan Terbaik, Pertumbuhan Laba Operasi Terbaik, Pertumbuhan Aset Turnover Terbaik, Perolehan Return 3 Tahun Terbaik, Perolehan Return 1 Tahun Terbaik, dan Emiten dengan Likuditas Terbaik.

