Tanpa IPO Saham Emiten Prajogo, IHSG 2023 Dipastikan Terkoreksi, Begini Hitungannya
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten Prajogo Pangestu menjadi penyumbang utama kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 4,51% menjadi 7.012 sepanjang 2023 berjalan. Penyumbang tertinggi berasal dari dua saham baru BREN dan CUAN yang listing tahun ini.
Berdasarkan data BEI, IHSG berhasil melesat sebanyak 308,98 (4,51%) year to date ke level tertinggi baru 7.201.62 hingga penutupan kemarin, dibandingkan penutupan akhir tahun lalu berada di level 6/860,08.
Baca Juga
Penyumbang terbesar kenaikan indeks berasal dari saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) dengan kontribusi sebanyak 281,64 poin. Hal ini didukung lompatan harga saham ini sebanyak 932,1% terhitung sejak listing perdana pada 9 Oktober 2023 dengan harga Rp 780 per saham menjadi Rp 8.050.
Sumber: BEI
Sumbangan besar kedua dari saham Emiten Prajogo adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan tambahan sebanyak 67,75 poin terhadap penguatan IHSG. Hal ini didukung kenaikan saham petrokimia ini sebanyak 82,9% sepanjang tahun ini dari Rp 2.570 menjadi Rp 4.700.
Tak kalah dengan dua emiten Prajogo lainnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ikut berkontribusi sebanyak 65,69 poin terhadap kenaikan IHSG sepanjang tahun ini. Hal ini didukung kenaikan harga saham ini mencapai 131,8% year to date, yaitu dari Rp 755 menjadi Rp 1.750.
Baca Juga
Dua Saham Prajogo Pangestu Ini Cetak Rekor Tertinggi Baru, Siapa Paling Cuan?
Terakhir saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berkontribusi sebanyak 44,57 poin terhadap penguatan IHSG. Saham pendatang baru ini berhasil menorehkan lompatan harga sebanyak 4.809,1% terhitung sejak listing perdana pada 8 Maret hingga 8 Desember 2023. Dalam Sembilan bulan, harga saham emiten ini melesat dari Rp 220 menjadi Rp 10.800.
Berdasarkan data tersebut, BREN dan CUAN, sebagai saham yang listing perdana tahun ini, menyumbang 326,21 poin terhadap penguatan IHSG tahun ini. Jika memperhitungkan tambahan TPIA dan BRPT, total sumbangan saham emiten Prajogo sebanyak 459,95 poin terhadap penguatan IHSG sepanjang tahun ini. Dengan rentang penguatan indeks hanya 308,98 poin sepanjang tahun ini, maka tanpa IPO dua emiten Prajogo Pangestu dipastikan IHSG terkoreksi tahun 2023.
Baca Juga
IHSG Menguat ke Level 7.159, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 11.473,59 Triliun
Sedangkan lima saham pemberat utama indeks sepanjang tahun ini berasal dari saham PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS) sebanyak 49,49 poin, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang penurunan sebanyak 47,04 poin.
Saham lainnya pemberat indeks tahun ini ada PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berkontribusi sebanyak 46,79 poin terhadap pelemahan indeks, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berkontribusi sebanyak 43,97 poin terhadap pelemahan IHSG, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memperberat IHSG hingga 21,80 poin.

