IHSG Ditutup Terkoreksi 78 Poin, Penurunan Tertahan Usai Saham Emiten Prajogo Berbalik Hijau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/10/2024), ditutup melemah sebanyak 78,87 poin (1,03%) menjadi 7.563,26. Pergerakan indeks dalam rentang 7.501-7.642 dengan nilai transaksi Rp 13,88 triliun.
Bahkan, IHSG sempat terpuruk dengan penurunan lebih dari 120 poin. Penurunan mulai mereda setelah saham-saham emiten Prajogo Pangestu tiba-tiba bangkit, seperti saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 2,57% menjadi Rp 6.975, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 0,56% menjadi Rp 8.925, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 1,65% menjadi Rp 16.925.
Baca Juga
BI Pertimbangkan Penurunan BI Rate, Pantau Kebijakan Moneter AS dan China
Pelemahan indeks dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,32%, sektor property 1,49%, sektor teknologi 1,39%, sektor consumer primer 1,74%, sektor consumer non primer 1,33%, dan sektor infrastruktur 1,75%. Satu-satunya saham yang masih di zona hijau adalah material dasar 0,03%.
Meski IHSG melemah, saham PT Inter Delta Tbk (INTD) justru berhasil naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,01% menjadi Rp 264. Kenaikan juga melanda saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST) naik 8,99% menjadi Rp 388, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 8,95% menjadi Rp 1.400, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 8,87% menjadi Rp 1.350, dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menguat 7,62% menjadi Rp 113.
Sebaliknya sejumlah saham ini membukukan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), PT Supra Boga Lestari tbk (RANC), dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie Apresiasi Kinerja Menko Perekonomian
Kemarin, IHSG melesat sebanyak 114,2 poin (1,52%) menjadi 7.642,13. Pemodal asing kembali berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 509,41 miliar dengan saham pilihan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 116,88 miliar, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rp 112,31 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 96,46 miliar.
Lompatan itu ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi melambung 2,50%, sektor material dasar 2,19%, sektor property 1,02%, sektor consumer non primer 0,81%, sektor keuangan 0,32%, dan sektor industry 0,64%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,02%.
Grafik IHSG

