IHSG Sesi I Berbalik Anjlok 73 Poin, Saham Emiten Prajogo Melorot Dalam
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/2/2024), berbalik anjlok 73,71 poin (1,01%) menjadi 7.223,96 jelang pemungutan suara pemilu presiden dan legistlatif besok.
Penurunan dipicu atas koreksi hampir seluruh sektor saham dengan penurunan terdalam melanda saham-saham emiten Prajogo Pangestu. Penurunan tersebut bersamaan dengan aksi ambil untung saham emiten bank papan atas usai cetak harga tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) kemarin.
Baca Juga
Kementerian BUMN Akan Hati-Hati IPO-kan Anak Perusahaan Pelat Merah, Ini Alasannya
Beberapa sektor saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham sektor material dasar melemah 1,48%, sektor properti 0,94%, sektor infrastruktur 0,85%, sektor teknologi 0,79%, dan sektor keuangan 0,71%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor transportasi mencapai 0,65% dan sektor energi naik tipis 0,01%.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut torehkan lompatan harga, yaitu saham PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) naik Rp 49 (31,61%) menjadi Rp 204, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat Rp 84 (20,29%) menjadi Rp 498, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) naik Rp 22 (15,17%) menjadi Rp 167, PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI), dan PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) menguat Rp 10 (9,90%) menjadi Rp 111.
Sebaliknya penurunan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Pulau Subur Tbk (PTPS), dan PT Multi Medika International Tbk (MMIX).
Baca Juga
Aturan Baru! Perusahaan Bisa Laporkan Formulir PPh via Internet
IHSG kemarin ditutup melesat 62,52 poin (0,86%) menjadi 7.297,67. Lompatan tersebut dinilai sebagai ekspektasi investor terhadap pemilu Indonesia berjalan damai dan lancar pada 14 Februari mendatang.
Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 2,06 triliun. Aksi beli melanda saham bank papan atas yang juga berdampak terhadap lompatan harga hingga capai level tertinggi baru sepanjang masa.

