IHSG Sesi I Melorot 94 Poin Usai Tiga Saham Emiten Market Cap Terbesar Anjlok
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (30/5/2024), ditutup anjlok 94,02 poin (1,32%) menjadi 7.046,21. Bahkan, level intraday sempat sentuh 6.984,98 atau level terendah sejak November 2023.
Pemicu utama indeks datang dari penurunan dalam saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak Rp 1.000 (9,88%) menjadi Rp 9.125. Penurunan tersebut berimbas otomatis terhada IHSG karena BREN merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa.
Baca Juga
Saham BREN ARB Dua Hari, Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap lebih dari US$ 10 Miliar
Penurunan juga dipicu atas koreksi saham emiten kapitalisasi pasar terbesar kedua, yaitu PT Bank Central Asia TbK (BBCA) Rp 50 (0,55%) menjadi Rp 9.100 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), emiten market cap, terbesar kedua anjlok Rp 875 (6,63%) menjadi Rp 12.325.
Sedangkan sektor saham penyumbang terbesar kejatuhan indeks, yaitu saham sektor infrastruktur, material dasar, sektor teknologi, dan sektor keuangan. Satu-satunya sektor saham yang naik adalah kesehatan.
Meski IHSG anjlok, tiga saham ini berhasil torehkan penguatan mengesankan, seperti saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) naik Rp 15 (17,44%) menjadi Rp 101, PT Trisula International Tbk (TRIS) menguat Rp 26 (15,95%) menjadi Rp 189, dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) melesat Rp 125 (13,59%) menjadi Rp 1.045.
Baca Juga
Gara-Gara Saham BREN, IHSG Dibanting hingga Sentuh Level 6.984
Kemarin, indeks ditutup anjlok hingga 113,4 poin (1,56%) menjadi 7.140,23. Pergerakannya berada dalam rentang 7.127,21-7.282 dengan nilai transaksi Rp 11,88 triliun. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham hingga Rp 1,6 triliun.
Sedangkan bursa saham Wall Street semalam ditutup kembali anjlok dengan penurunan paling dalam melanda Dow Jones 1,06%. Penurunan juga melanda indeks S&P500 0,74% dan indeks Nasdaq melemah 0,58%.
Grafik IHSG

