Bagikan

Mitratel (MTEL) Tumbuh Solid, Tiga Sekuritas Ini Pertahankan Rekomendasi ‘Buy’

JAKARTA, investortrust.id Sejumlah sekuritas memprediksi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel bakal mampu untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan yang stabil ke depan. Hal ini ditandai dengan keberhasilan mempertahankan kenaikan kinerja pada kuartal I-2024.

Meskipun, di saat yang sama, Mitratel dan pelaku industri telekomunikasi lainnya tengah menghadapi situasi makro yang menantang imbas naiknya suku bunga dan pelemahan nilai tukar. 

Baca Juga

Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh Jadi Rp 521 Miliar, Manajemen Ungkap Pendorongnya  

Mitratel (MTEL) membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 7,3% menjadi Rp 2,20 triliun pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 2,05 triliun (year on year/Yoy). Laba bersih perseroan senilai Rp 520,99 miliar, tumbuh 4% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp501,03 miliar.

“Realisasi kinerja keuangan MTEL kuartal I-2024 sejalan dengan perkiraan kami. Realisasi pendapatan dan laba bersih telah merefleksikan masing-masing 24% dari target tahun ini. Raihan tersebut memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan kinerja perseroan stabil ke depan,” tulis analis CIMB Sekuritas Indonesia Bob Setiadi dan Rut Yesika Simak dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu. 

Pergerakan Saham Tiga Emiten Menara Telko dalam Setahun

Realisasi kinerja keuangan tersebut juga telah sesuai dengan konsensus Bloomberg. Pertumbuhan itu didukung peningkatan penyewaan menara telekomunikasi perseroan dan berlanjutnya ekspansi bisnis fiber optik. “Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi add saham MTEL,” terangnya.

Optimisme terhadap pertumbuhan stabil juga didukung panduan manajemen Mitratel yang tetap mempertahankan target-target tahun ini. Di antaranya, pertumbuhan pendapatan dan EBITDA diperkirakan berada dalam kisaran satu digit paling atas. 

Baca Juga

Operator Ambisius Ekspansi Luar Jawa, Mitratel (MTEL) Paling Diuntungkan

Mitratel membidik penambahan 4.000 penyewa baru sepanjang tahun ini dan jaringan serat optik sepanjang 10 kilo meter. Perseroan menyiapkan anggaran belanja modal (capex) senilai Rp 5,6 triliun yang dimanfaatkan untuk penambahan tenant baru dan perluasan fiber optik. 

Terkait peluang merger XL Axiata dan Smartfren, CGS CIMB Sekuritas menilai tidak akan berdampak negatif terhadap penyewaan menara telekomunikasi MTEL. Berdasarkan data manajemen, tumpang tindih menara telekomunikasi EXCL dengan FREN hanya mencapai 1.000 unit atau hanya 2,6% dari total menara hingga akhir kuartal I-2024.

Di sisi lain, entitas hasil merger tidak hanya melakukan konsolidasi aset, juga bakal menggelar ekspansi terutama ke sejumlah daerah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ekspansi digeber untuk perluas pangsa pasar dan sekaligus meningkatkan kualitas jaringan. Pada titik ini, MTEL justru bakal diuntungkan karena memiliki titik penyebaran menara dan fiber optik yang merata ke seluruh negeri. 

Baca Juga

Efek Konsolidasi Operator Telko, Analis Yakin Emiten Ini (MTEL) Bakal Cuan Maksimal

Berbagai fakta tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas membidik kenaikan laba bersih Mitratel (MTEL) menjadi Rp 2,13 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun 2023 sebanyak Rp 2,01 triliun. Pendapatan perseroan juga diestimasi meningkat menjadi Rp 9,24 triliun, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 8,59 triliun. 

Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas telah terlebih dahulu mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL, seiring dengan realisasi kinerja keuangan kuartal I-2024 sesuai dengan ekpektasi.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis menyebutkan bahwa perolah laba MTEL tersebut merefleksikan 23,2% dari target yang kami tetapkan dan mencapai 24,4% dari konsensus analis. Begitu juga dengan kenaikan pendapatan 7,3% menjadi Rp 2,20 triliun sudah merefleksikan 23,8% dari target kami dan konsensus analis. 

Baca Juga

Mengapa Saham Telkom (TLKM) Lanjutkan Pelemahan? Begini Penjelasan dan Target Harga

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 960. Dengan harga penutupan Rp 580 pada perdagangan kemarin, potensi cuan saham MTEL mencapai 65,51%.

Sedangkan Mandiri Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa saham MTEL dipertahankan dengan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.000, seiring kinerja keuangan perseroan yang tumbuh solid pada kuartal I-2024.

Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa pencapaian kinerja keuangan per kuartal I-2024 menggambarkan pertumbuhan EBITDA dan rasio tenansi yang solid. Raihan tersebut sudah sesuai dengan target yang ditetapkan manajemen. Begitu juga dengan rasio tenansi menunjukkan peningkat menjadi 1,52 kali.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024