Kinerja Mitratel (MTEL) Tumbuh Solid, Begini Prospek Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – Realisasi kinerjaPT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel sepanjang kuartal I-2024 menunjukkan pertumbuhan solid, baik keuangan maupun pertumbuhan tenancy ratio. Pertumbuhan tersebut sudah sesuai dengan estimasi analis.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis menyebutkan bahwa realisasi kinerja keuangan dengan pertumbuhan laba sebanyak 4% menjadi Rp 520,99 miliar pada kuartal I-2024 sudah sesuai estimasi.
“Perolah laba tersebut merefleksikan 23,2% dari target yang kami tetapkan dan mencapai 24,4% dari consensus analis. Begitu juga dengan kenaikan pendapatan 7,3% menjadi Rp 2,20 triliun sudah merefleksikan 23,8% dari target kami dan consensus analis,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh Jadi Rp 521 Miliar, Manajemen Ungkap Pendorongnya
Dari rilis laporan kinerja keuangan MTEL per kuartal I-2023, dia mengatakan, ada dua hal yang direfleksikan, pertama, pendapatan dari Telkomsel turun akibat adanya rekonsiliasi tagihan dan diharapkan dibayarkan pada kuartal berikutnya.
Kedua, ungkap Niko, MTEL berhasil mencatatkan efisiensi kuat didukung dengan lompatan margin EBITDA sebanyak 300 bps dari kuartal IV-2023 menjadi 83,5% pada kuartal I-2024. “Realisasi margin EBITDA didukung penurunan opex dan COGS perseroan, sehingga perolehan tersebut sudah setara dengan 24,6% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan consensus analis,” tulisnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 960. Dengan harga penutupan Rp 580 pada perdagangan kemarin, potensi cuan saham MTEL mencapai 65,51%.
Baca Juga
Kinerja Keuangan Telkom (TLKM) Kuartal I-2024 Sesuai Estimasi, Begini Target Sahamnya
Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan kemarin, saham MTEL tetap direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.000, seiring kinerja keuangan perseroan yang tumbuh solid pada kuartal I-2024.
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa pencapaian kinerja keuangan per kuartal I-2024 menggambarkan pertumbuhan EBITDA dan rasio tenansi yang solid. Raihan tersebut sudah sesuai dengan target yang ditetapkan manajemen. Begitu juga dengan rasio tenansi menunjukkan peningkat menjadi 1,52 kali.
Hingga Maret 2024, Mitratel (MTEL) membukukan pendapatan menjadi Rp 2,20 triliun atau meningkat 7,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,05 triliun (year on year/Yoy). Bisnis sewa menara menyumbang Rp 1,83 triliun, meningkat 5,4%. Sementara pendapatan dari bisnis fiber mencapai Rp 85,22 miliar atau melonjak 148,8% pada periode waktu yang sama.
Baca Juga
Laba Tumbuh Double Digit, Cek Target Harga Mitratel (MTEL) Terbaru Ini
Perseroan juga berhasil mengendalikan biaya yang ditunjukkan kemampuan membukukan EBITDA senilai Rp 1,84 triliun atau melonjak 9,9%. Marign EBITDA terangkat 2,3% menjadi 83,5%. Hal ini menjadikan laba bersih perseroan senilai Rp 520,99 miliar, tumbuh 4% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp501,03 miliar.
“Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, optimalisasi aset dan pengelolaan biaya membuat EBITDA Margin dan laba bersih kami semakin baik. Strategi ini akan terus kami lanjutkan,” kata Theodorus, Direktur Utama Mitratel Ardi Hartoko (Teddy).
Fiber Optik
Selain itu, manajemen mengungkap bahwa lompatanpendapatan dari bisnis fiber optik hingga kini memantapkan keyakinan perseroan terhadap prospek segmen ini dan diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru di masa depan, dimana Mitratel menjadi mitra pilihan para operator seluler untuk pembangunan Fiber To The Tower (FTTT).
“Bisnis serat optik akan terus kami kembangkan untuk memenuhi kebutuhan operator seluler akan jaringan berlatensi rendah seiring dengan perkembangan teknologi 5G. Kami juga memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi mitra strategis mereka, baik dalam menjalankan agenda konsolidasi ataupun ekspansi ke sumber pertumbuhan ekonomi baru,” kata Teddy.
Baca Juga
Jangkauan Jaringan Meluas, Indosat (ISAT) Mulai Ancam Dominasi Telkomsel
Mitratel mulai menggarap bisnis serat optik ini pada 2022. Sejak itu, terus menambah jangkauan baik secara organik maupun inorganik. Hingga akhir Maret 2024, panjang fiber optik perseroan mencapai 36.257 kilometer.
Selain fokus mengembangkan fiber optik, Mitratel juga tetap mempertahankan posisinya sebagai pemilik menara terbanyak di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Perseroan memiliki 38.135 menara per akhir Maret 2024, bertambah 0,3% dari posisi akhir Desember 2023. Sebanyak 41,5% menara berada di Jawa, sedangkan 58,5% sisanya tersebar di Sumatera, Bali & Nusra, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Pergerakan Saham Mitratel (MTEL)

