Saham United Tractors (UNTR) Masih Favorit Meski Target Kinerja Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) masuk dalam jajaran saham favorit analis 2024 karena profil usahanya yang terdiversifikasi. Kendati begitu Tim Riset BNI Sekuritas memangkas target harga saham anak usaha Grup Astra ini menjadi Rp 28.000 per saham.
Penurunan target price saham UNTR disebabkan asumsi pelemahan volume penjualan alat berat dan harga jual rata-rata (ASP) komoditas pertambangan yang dilakoni UNTR. Penurunan volume dan ASP membuat laba inti UNTR diperkirakan berpotensi turun hingga 12% pada periode 2023 – 2025.
“Kendati begitu kami masih merekomendasikan beli UNTR untuk periode 3 dan 12 bulan dengan target price lebih rendah yaitu Rp 28.000, mengimplementasikan Enterprise Value (EV) dibagi Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortisation (EBITDA) sebesar 3,3 kali,’’ ulas Tim Riset BNI Sekuritas yang dikutip, Senin (25/12/2023).
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Tambah Akuisisi Saham Supreme Energy menjadi Rp 804,01 Miliar
Untuk bisnis alat berat, diketahui UNTR menurunkan target volume penjualan Komatsu pada tahun 2023 menjadi sekitar 5.300-5.400 unit, terutama karena melemahnya permintaan dari sektor konstruksi dan pertanian.
Memasuki tahun 2024, UNTR juga memperkirakan volume penjualan Komatsu akan lanjut turun menjadi 3.800-4.000 unit, terutama disebabkan sentiment pemilu, yang biasanya mengakibatkan penurunan permintaan. ‘’Oleh karena itu BNI Sekuritas menurunkan volume penjualan Komatsu tahun 2023 dan 2024 menjadi masing-masing 5.300 dan 3.800 unit,’’ urai BNI Sekuritas.
Di tengah tren penurunan alat berat, UNTR diharapkan mampu memompa volume kontrak pertambangan sebagai penyeimbang pelemahan di alat berat. Pada tahun 2023 dan 2024, UNTR memproyeksikan produksi batu bara masing-masing sebesar 130 juta dan 137 juta ton dengan overburden removal masing-masing sebanyak 1,1 miliar dan 1,2 miliar bcm.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Gandeng Energia Pasang PLTS Off-Grid di Area Kerja Pamapersada
“Kami menyesuaikan perkiraan produksi batu bara sebesar 1%-5% pada tahun 2023 - 2025 dan perkiraan overburden removal sebesar flat hingga 10% pada 2023 - 2025, mendekati target Perusahaan,’’ ulas BNI Sekuritas.
Adapun volume penambangan emas diproyeksi turun dengan target sebanyak 175 ribu oz dari tambang Martabe pada tahun 2023. Sementara itu pada tahun 2024, UNTR memperkirakan produksi emas sebanyak 210 ribu oz, lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebanyak 245 ribu oz.
Kembali pada produksi batu bara, UNTR memproyeksikan volume penjualan masing-masing sebesar 11 juta dan 12 juta ton. “Angka ini lebih tinggi dari perkiraan kami saat ini sebanyak 10,2 juta-10,6 juta ton per tahun,” urai BNI Sekuritas.
Alokasi Belanja Modal
Terkait ekspansi, UNTR tercatat telah mengeluarkan belanja modal sekitar US$ 940 juta per September 2023. Dana ini dialokasikan untuk penggantian peralatan berat bisnis kontraktor pertambangan mereka.
Hingga akhir tahun ini, target belanja modal UNTR adalah sekitar US$ 1,3 miliar, termasuk untuk ekspansi dan sekitar US$ 150 juta untuk penambangan emas.
Sementara pada 2024, UNTR memperkirakan belanja modal sekitar US$ 1 miliar, yang akan dialokasikan untuk penggantian peralatan berat dan ekspansi. Pada 2025 perusahaan memperkirakan siklus belanja modal untuk peralatan berat akan kembali normal.
“Kami memperkirakan belanja modal masing-masing sebesar Rp39,6 triliun dan Rp15,3 triliun atau US$ 2,6 miliar dan 1 miliar per tahun pada tahun 2023 dan 2024,” pungkas BNI Sekuritas.

