Lepas dari Posisi Rugi, Jababeka (KIJA) Catat Laba Rp 231 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Jababeka Tbk (KIJA) meraup laba bersih Rp 231,9 miliar di kuartal III-2023, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 101,6 miliar pada periode yang sama pada tahun 2022.
Perolehan laba bersih ditopang total pendapatan sebesar Rp 2,25 triliun untuk sembilan bulan pertama tahun 2023, meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun 2022.
Laba kotor KIJA tercatat meningkat 14% menjadi Rp 981 miliar per kuartal III-2023. Pada saat yang sama, marjin laba kotor konsolidasi KIJA tercatat sebesar 44%, dibandingkan dengan 50% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen KIJA mengatakan, faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan marjin laba kotor adalah kontribusi yang relatif lebih tinggi dari penjualan tanah di Kendal.
Baca Juga
Sementara posisi EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp 819,9 miliar, meningkat 18% dibandingkan dengan Rp 693,7 miliar pada periode yang sama tahun 2022, dan sebagian besar sejalan dengan peningkatan pendapatan dan laba kotor.
Total posisi kas konsolidasi Perseroan pada akhir September 2023 tercatat sebesar Rp 1,24 triliun, turun 7% dibandingkan dengan Rp 1,35 triliun pada akhir tahun 2022.
“Faktor utama yang menyebabkan penurunan posisi kas adalah karena adanya pembayaran dividen tunai yang dilakukan oleh entitas anak, PT Kawasan Industri Kendal (KIK), yang merupakan Perusahaan Patungan antara Perseroan dengan Sembawang Corporation (Sembcorp),” urai Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda dalam keterangan yang dikutip, Rabu (1/11/2023).
Dikatakan dia, total pembayaran dividen sebesar Rp 259,4 miliar dan telah dilakukan pada kuartal ketiga tahun 2023.
Baca Juga
Ditopang Produk Etikal, Pendapatan Kimia Farma (KAEF) Tumbuh 8,15%
“Sebagai salah satu pemegang saham KIK, Sembcorp menerima dividen sebesar Rp 127,1 miliar, sedangkan Perseroan menerima dividen sebesar Rp 132,3 miliar, yang saat ini telah menjadi bagian dari kas Perseroan sebagaimana dijelaskan di bawah ini,” kata dia.
Pada tanggal 30 September 2023, kas pada Perseroan dan entitas anak yang sepenuhnya dimiliki tercatat sebesar Rp 661,1 miliar, sedangkan kas dari Perusahaan Patungan tercatat sebesar Rp 577,1 miliar, yang sebagian besar berada di KIK.
Selain itu, kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya pada akhir September 2023 tercatat sebesar Rp 248,9 miliar, termasuk di dalamnya dana cadangan bunga dan pokok sebesar Rp 113,9 miliar, yang disyaratkan dalam persyaratan pinjaman Mandiri.
Dari sisi penjualan pemasaran Land Development dan Properti, Perseroan mencapai Rp 1,73 triliun selama tiga kuartal tahun 2023, setara dengan 86% dari target penjualan pemasaran setahun penuh sebesar Rp 2 triliun, dan meningkat 18% dibandingkan dengan Rp 1,45 triliun pada September 2022.
Baca Juga
Laba Bank BNI (BBNI) Tembus Rp 15,8 Triliun di Kuartal III-2023
“Marketing sales dari Cikarang dan lainnya memberikan kontribusi sebesar 34%, sedangkan Kendal memberikan kontribusi sebesar 66%. Penjualan dari produk industri (tanah dan/atau tanah dengan bangunan pabrik standar) memberikan kontribusi sebesar 86%, sedangkan segmen residensial/komersial dan lainnya memberikan kontribusi sebesar 14%,” ujarnya.
Adapun target marketing sales Perseroan untuk tahun 2023 sebesar Rp 2 triliun, yang terdiri dari Rp 1 triliun dari Cikarang dan lainnya (tidak termasuk JV), dan Rp 1 triliun dari perusahaan-perusahaan Joint Venture.

