Laba Jababeka (KIJA) Terbang, Manajemen Ungkap Penopang Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 20% menjadi Rp 3,29 triliun tahun 2023. Kenaikan yang didukung pertumbuhan seluruh segmen bisnis tersebut berdampak terhadap lonjakan laba bersih perseroan tahun lalu.
Manajemen KIJA dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa pertumbuhan ini disumbangkan peningkatan pendapatan Pilar Land Development & Property sebanyak 24% dari Rp 1,37 triliun menjadi Rp 1,70 triliun. Penopang utama lonjakan penjualan lahan industry di Kendal dari Rp 463,6 miliar menjadi Rp 1,11 triliun.
Baca Juga
Bangun LNG Plant, Jababeka (KIJA) Raih Kredit Rp 149,08 Miliar
Perseroan juga mencatatkan kenaikan pendapatan dari segmen infrastruktur sebanyak 17% dari Rp 1,24 triliun menjadi Rp 1,45 triliun. Sub segmen pembangkit listrik yang berhasil mencatatkan kenaikan paling besar untuk kawasan industry Cikarang dan Kendal. Sebaliknya sub segmen dry port mencatatkan penurunan akibat berkurangnya jumlah peti kemas.
Lompatan pendapatan KIJA tersebut menjadikan laba kotor KIJA meningkat 7% menjadi Rp 1,53 triliun tahun lalu. Angka ini menjadikan margin laba kotor capai 46% tahun 2023 atau turun dari periode sama tahun sebelumnya 52%.
Keberhasilan mempertahankan pertumbuhan penjualan berimbas terhadap lompatan laba bersih Jababeka (KIJA) menjadi Rp 528,6 miliar pada 2023, dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp 41 miliar.
Baca Juga
Jababeka (KIJA) Rangkum Marketing Sales Rp 2,21 Triliun, Lampaui 11% Target 2023
“Faktor utama lompatan laba adalah kinerja seluruh segmen bisnis perseroan yang baik bersamaan dengan dicatatkannya pendatan mata uang Rp 2,2 miliar tahun 2023, dibandingkan dengan tahun 2022 dengan rugi kurs membengkak Rp 404 miliar,” tulis rilis KIJA di Jakarta, Kamis (28/3/2024).
Perseroan mencatatkan EBITDA tahun lalu Rp 1,25 triliun, dibandingkan tahun 2022 Rp 1,08 triliun. Sedangkan total kas konsoidasi tahun 2023 mencapai Rp 1,1 triliun.
Kinerja keuangan Jababeka (KIJA) yang baik tersebut didukung peningkatan penjualan marketing (marketing sales) KIJA sebanyak 29% menjadi Rp 2,21 triliun tahun 2023. Bahkan, realisasi tersebut melampaui target sebelumnya Rp 2 triliun.
Baca Juga
Survei BI: Penjualan Naik, Harga Properti Residensial Meningkat
Marketing sales tersebut disumbangkan penjualan lahan industry Cikrang Rp 913,7 miliar dari 28 hektare. Sedangkan kawasan industry Kendal mengontribusi Rp 1,24 triliun dengan penjualan seluas 84,7 ha lahan. Sisanya berasal dari Jababeka (KIJA) dapatkan dari penjualan proyek properti Tanjung Lesung dan produk lainnya Rp 57,5 miliar.
Terkait investor yang sudah masuk kawasan industry Kendal, dia mengatakan, didominasi asing mencapai 81% dari sejumlah negara, seperti Hong Kong, China, Taiwan, Jerman, Malaysia, India, dan Korea Selatan. Sedangkan sisanya investor domestik menyumbang 19%. Pembelian lahan terbesar dilakukan perusahaan karet & plastik dari Hong Kong dengan luas lahan yang dibeli 13 hektare.

