Saham Bank Jago (ARTO) Berbalik Arah, Bahkan Melesat 11,8%
JAKARTA, investortrust.id - Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) akhirnya rebound dan menunjukkan tanda-tanda bottom reversal. Hal ini terlihat dari pergerakan saham ARTO hingga sempat menyentuh level Rp 1.900 atau menguat 18% sebelum akhirnya ditutup naik 11,8% menjadi Rp 1.800 pada perdagangan saham, Jumat (3/11/2023).
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham pionir bank digital berbasis ekosistem ini (ARTO) sempat mencatatkan lonjakan volume transaksi. Saham ARTO ditransaksikan sebanyak 12.568 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp95 miliar. Angka tersebut melonjak nyaris 3x lipat dari nilai transaksi sehari sebelumnya.
Baca Juga
Inisiatif Pertumbuhan CASA Dongkrak Prospek Bank Jago (ARTO)
Penguatan harga saham ARTO mengalahkan bank digital lainnya, seperti PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dengan kenaikan hanya 9,62% menjadi Rp 1.310 dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) naik 4,46% menjadi Rp 234. Bahkan, Pemodal asing juga membukukan pembelian bersih (net buy) saham ARTO hingga Rp 4,4 miliar sepanjang hari ini.
Apresiasi terhadap saham ARTO dipicu dua hal. Pertama, publikasi laporan kinerja kuartal III-2023. Kedua, perkembangan positif dari GoPay Tabungan by Jago, produk bersama Bank Jago dan GOTO Finansial yang dirilis pertengahan Oktober lalu.
Laba bersih ARTO hingga September 2023 mencapai mencapai Rp 50 miliar atau bertumbuh 24% dari periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ditopang pendapatan bunga bersih ARTO yang mencapai Rp1,21 triliun, naik 23% (yoy). Kemudian dari sisi fee income 2,5x di saat yang sama menjadi Rp 136 miliar.
Pertumbuhan pendapatan bunga dan non-bunga tersebut turut mendongkrak pendapatan operasional ARTO menjadi Rp 1,35 triliun, tumbuh 30% dari periode yang sama di tahun 2022.
Baca Juga
Meskipun terdapat peningkatan beban operasional akibat adanya skema Employee Stock Option Program (ESOP), tetapi beban biaya kredit ARTO turun 11% sehingga membuat laba sebelum pajak dapat meningkat 34% menjadi Rp 70 miliar.
Kinerja bank yang solid tersebut membuat beberapa analis dari broker asing maupun lokal memberikan rekomendasi beli untuk saham ARTO. Sinarmas menyematkan rekomendasi buy saham ARTO dengan target harga Rp 1.840.
“Kemitraan kuat yang terjalin dengan GoTo menjadi momentum bagi masa depan karena bank bersama-sama baru saja meluncurkan produk baru yaitu GoPay Tabungan by Jago yang merupakan e-money GoPay dengan manfaat bank.” Tulisnya dalam riset tersebut.
Target Harga
Pandangan positif dengan target harga besar saham ARTO juga diberikan JP Morgan Sekuritas. Perusahaan sekuritas asing tersebut memberikan komentar positif terkait kinerja ARTO di sepanjang 9 bulan tahun ini.
Baca Juga
“Tesis dasar dari saham ini adalah kemampuan bank untuk memberikan leverage operasi, membangun simpanan dan kredit di platform GoTo, dan mengendalikan risiko kredit. Kuartal ini menunjukkan semua atribut tersebut,” tulis JP Morgan dalam risetnya.
JP Morgan juga merekomendasikan beli saham ARTO dengan target hargan lebih tinggi yaitu di Rp 2.700. Broker asing tersebut juga turut menilai dampak dari adanya peluncuran GoPay Savings akan turut menurunkan biaya atas dana (Cost of Fund) ke depan.

