Blibli (BELI) Gelar MESOP 2,40 Miliar Saham, Segini Harga Pelaksanaannya
JAKARTA, investortrust.id – Emiten e-commerce milik Grup Djarum, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) berencana menggelar program kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan Perseroan sebanyak 2,40 miliar saham.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Global Digital Niaga Tbk, Eric Winarta menjelaskan, aksi korporasi dilakukan dua tahap, yaitu Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) I Tahap II dan Program MESOP II Tahap I.
Untuk MESOP I Tahap II, perseroan melepas sebanyak 910.852.899 saham dengan harga pelaksanaan Rp 432 per saham. ‘’Hak opsi yang belum dilaksanakan pada periode pelaksanaan ini dapat dilaksanakan pada periode pelaksanaan berikutnya,’’ ulas Eric dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga
Adapun waktu pelaksanaan MESOP I Tahap II dijadwalkan selama 5 hari bursa terhitung sejak tanggal 15 Desember 2023 sampai dengan tanggal 21 Desember 2023.
Sementara MESOP II Tahap I dijadwalkan selama 30 hari kalender terhitung sejak tanggal 15 Desember 2023 sampai dengan tanggal 14 Januari 2024.
Pada MESOP II Tahap I, Perseroan membagikan sebanyak 1.491.914.702 lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp 432 per saham. Hak opsi yang belum dilaksanakan pada periode pelaksanaan ini dapat dilaksanakan pada periode pelaksanaan berikutnya.
Terkait kinerja, BELI berhasil memangkas rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 3,72 triliun menjadi Rp 2,62 triliun hingga kuartal III-2023.
Baca Juga
Gencar Buka Gerai Fisik, Blibli (BELI) Harap BEP Maksimal 9 Bulan
Manajemen dalam publikasi laporan keuangan hingga kuartal III-2023, Kamis (30/11/2023), menyebutkan penurunan rugi bersih tersebut didukung peningkatan pendapatan bersih perseroan dari Rp 10,52 triliun menjadi Rp 11,46 triliun. Beban penjualan turun dari Rp 2,13 triliun menjadi Rp 1,63 triliun.
Penurunan beban penjualan tersebut menjadikan rugi usaha perseroan turun dari Rp 3,51 triliun menjadi Rp 2,58 triliun. Perseroan juga berhasil memangkas biaya keuangan dari Rp 211,21 miliar menjadi Rp 90,98 miliar.
Penurunan rugi tersebut menjadikan rugi per saham dasar perusahaan milik grup Djarum ini terpangkas dari semula Rp 37 menjadi Rp 22 hingga September 2023.

