Blibli (BELI) Akan Terbitkan hingga 9,5 Miliar Saham Baru, Dua Tujuan Ini Diungkap
JAKARTA, investortrust.id – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli.com berencana menggelar penambahan modal melalui penerbitan saham baru. Penerbitan saham baru untuk MESOP dan penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement.
Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 9,5 miliar saham baru yang berasal dari portepel dengan nilai nominal Rp 250 per saham. Jumlah tersebut setara maksimal 6,92% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan yang mencapai 137,21 miliar saham.
Baca Juga
Pendapatan Blibli (BELI) Naik 34% di 2025, Bisnis Smartphone Jadi Daya Tarik Utama
Manajemen BELI menyebutkan bahwa penerbitan saham baru untuk MESOP sebanyak 4,5 miliar saham atau setara dengan 3,28%. Adapun penerbitan saham baru Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) selain program MESOP sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru atau setara maksimal 3,64% dari modal ditempatkan dan disetor.
Private placement tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat struktur permodalan guna mendukung pengembangan kegiatan usaha grup Perseroan. Penguatan modal dinilai menjadi penting untuk mengantisipasi berbagai peluang usaha yang ada saat ini maupun di masa mendatang.
Baca Juga
Kronologi Awal Kecelakaan Kereta Argo dan KRL di Bekasi Timur
Pelaksanaan penambahan modal tersebut akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 2 Juni 2026.
Melalui aksi korporasi ini, perseroan berharap memperoleh alternatif sumber pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis. Selain itu, peningkatan jumlah saham beredar diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham BELI di pasar.

