Didukung Sejumlah Faktor Ini, Target Kinerja dan Saham Sari Roti (ROTI) Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti dipangkas, seiring dengan penurunan kinerja keuangan tahun lalu. Pemangkasan target tersebut juga mempertimbangkan revisi turun prospek kinerja keuangan tahun 2024-2025.
BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target harga saham ROTI dari semula Rp 1,700 menjadi Rp 1,400 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Sedangkan katalis penguatan harga saham datang dari proyeksi kenaikan penjualan dalam beberapa kuartal mendatang.
Baca Juga
Daya Beli masih Rendah, Prospek dan Target Saham Nippon Indosari (ROTI) Dipangkas
“Tahun 2023 menjadi tahun buruk bagi ROTI didukung penurunan volume penjualan bersamaan dengan peningkatan return rate. Hal tercermin dari penurunan pendapatan dan laba bersih tahun lalu,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Perseroan membukukan penurunan laba bersih dari Rp 432 miliar menjadi Rp 333 miliar sepanjang 2023. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan penjualan dari Rp 3,93 triliun menjadi Rp 3,82 triliun. Begitu juga dengan EBITDA terkoreksi dari Rp 838 miliar menjadi Rp 581 miliar.
Terkait kinerja keuangan tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, ROTI akan menghadapi penurunan volume penjualan pada kuartal I tahun ini, seiring memasuki bulan puasa. Penurunan demikian kerap melanda perseroan.
Baca Juga
Sari Roti (ROTI) Akan Lepas 39 Juta Lembar Saham Hasil Buyback
Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa belum terlihat bukti nyata peningkatan daya beli masyarakat setidaknya sampai kuartal II-2024. Hal ini ikut mempengaruhi tren penjualan perseroan tahun ini. Namun fokus perseroan untuk menciptakan profitabilitas dengan memantau secara ketat penurunan volume penjualan perseroan.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target laba bersih ROTI tahun ini dari semula Rp 430 miliar menjadi Rp 382 miliar. Begitu juga dengan target pendapatan tahun ini direvisi turun dari Rp 4,40 triliun menjadi Rp 3,82 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan ROTI

