Produsen Sari Roti (ROTI) Optimistis Kenaikan Kinerja Paruh Kedua 2024 lebih Tinggi, Berikut Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – Produsen roti dengan merk dagang “Sari Roti” PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) optimistis terhadap peningkatan permintaan produk roti dan kue perseroan selama Semester II 2024.
Kenaikan didukung peningkatan konsumsi masyraakat dengan prediksi lebih tinggi, dibandingkan realisasi semester I 2024 yang terdampak efek seasonality yang memicu penurunan tren konsumsi roti, khususnya selama bulan puasa dan libur sekolah.
“Konsumsi produk roti di Indonesia memiliki pola yang turun setiap awal bulan puasa hingga puncaknya hari raya Idul fitri. Oleh karena itu, banyak pemilik warung, pedagang keliling, sepeda maupun sepeda motor memilih untuk mudik,” ujar Head Investor & Public Relations Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Hadi Susilo pada paparan publik secara daring, Selasa (27/8/2024).
Baca Juga
Nippon Indosari (ROTI) Ungkap Targetkan Pengoperasian Pabrik Pekan Baru dan Volume Penjualan 2026
Sebaliknya bakal terjadi memasuki kuartal III dan IV, saat para siswa kembali masuk ke sekolah, permintaan produk perseroan akan kembali naik. “Hal ini membuat kita semakin optimis, terutama dengan adanya back to school dan back to work dari liburan, terhadap kenaikan penjualan dan profitability paruh kedua tahun ini. Kita optimistis bisa capai earning per share yang lebih baik pada 2024,” terangnya.
Head Investor & Public Relations PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), Hadi Susilo
Berdasarkan data perseroan, anak sekolah menjadi konsumen terbesar produk roti perseroan. Pola tersebut diantisipasi dengan mengedepankan produk roti sobek atau varian cakes yang lebih cocok untuk traveling.
“Kalau libur sekolah diantisipasi dengan varian cakes. Sedangkan hari-hari sekolah difokuskan pemasaran roti tawar,” jelasnya.
Baca Juga
Laba Nippon Indosari (ROTI) Naik 22%, Penjualan Wialayah Timur dan Barat Pesat
Hingga semester I-2024, perseroan membukukan kenaikan laba bersih menjadi Rp 145 miliar atau tumbuh 21,8% dari periode sama tahun lalu. Pencapaian ini didorong oleh permintaan produk roti dan kue yang terus bertumbuh. Kenaikan laba juga didukung pengelolaan biaya produksi dan operasional yang baik, sehingga terjadi kenaikan margin laba bersih.
Penjualan segmen roti tawar masih mendominasi atau menyumbang 56%. Segmen roti manis berkontribusi 35% diwakili oleh roti sobek, roti kasur, roti isi. Sedangkan roti segmen lain-lainnya, mencakup kue, choco spread, maupun choco milk, berkontribusi sekitar 9% terhadap penjualan.
Grafik Saham ROTI

