IHSG Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi ADRO, APLN, BMRI, dan INTP
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,1% ke 7.013 kemarin. Saat ini, diperkirakan penguatannya sudah relatif terbatas dan rawan terkoreksi.
Untuk perdagangan Selasa (28/11/2023), analis teknikal merekomendasikan sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Adaro Energy Indonesia (ADRO), Agung Podomoro Land (APLN), Bank Mandiri (BMRI), dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP).
“IHSG menguat ke 7.013 kemarindan masih didominasi dengan munculnya volume pembelian. Saat ini, diperkirakan sudah berada di akhir wave v dari wave (i) sehingga penguatan indeks sudah relatif terbatas dan rawan terkoreksi untuk membentuk wave (ii) dari wave [iii]. Diperkirakan, koreksi dari IHSG akan menguji rentang area terdekat di 6.962-6.997,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Baca Juga
Ia menjelaskan lebih lanjut, level support IHSG adalah 6.968, kemudian 6.893. Sedangkan resistance berada di 7.050, kemudian 7.090.
Saham-Saham Pilihan
Berikut rincian saham-saham yang direkomendasi MNCS Sekuritas untuk perdagangan saham hari ini, di Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga
Wall Street Memerah Terimbas Cyber Monday, Saham ‘Belanja Online’ Melonjak
ADRO - Buy on Weakness
Harga saham ADRO menguat 0,4% ke Rp 2.550 kemarin, disertai munculnya volume pembelian. Namun, diperkirakan posisi ADRO saat ini masih berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C, yang berarti masih rawan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on weakness: Rp 2.430-2.500
Target price: Rp2.620, Rp 2.750
Stop loss: di bawah Rp 2.380.
APLN - Buy on Weakness
Harga saham APLN menguat 3,1% ke Rp 132 kemarin disertai munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan upper band. Selama APLN masih mampu bergerak di atas Rp 126 sebagai stop loss-nya, maka posisi APLN saat ini diperkirakan berada di awal wave iii dari wave (i).
Buy on weakness: Rp 128-132
Target price: Rp143, Rp 150
Stop loss: di bawah Rp 126.
BMRI - Buy on Weakness
Harga saham BMRI menguat 0,4% ke Rp 5.900 kemarin disertai munculnya volume pembelian, namun penguatan BMRI masih tertahan oleh moving average 60 hari (MA60). Posisi BMRI saat ini diperkirakan berada di awal wave (ii) dari wave [v], sehingga BMRI masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on weakness: Rp 5.750-5.850
Target price: Rp 5.975, Rp 6.250
Stop loss: di bawah Rp 5.625.
INTP - Spec Buy
Harga saham INTP terkoreksi 0,3% ke Rp 9.400 kemarin disertai dengan munculnya volume penjualan. Selama INTP masih mampu berada di atas Rp 9.200 sebagai stop loss-nya, maka posisi INTP saat ini berada di awal wave [iii] dari wave C, sehingga INTP masih berpeluang berbalik menguat.
Buy on weakness: Rp 9.225-9.250
Target price: Rp9.650, Rp 10.125
Stop loss: di bawah Rp 9.200.
(Disclaimer on)

