Asing Berbalik Net Buy Rp 86,06 Miliar, Saham BBCA, ISAT, dan TLKM Jadi Andalan
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 86,06 miliar di seluruh pasar, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/3/2024), sebanyak 82,34 poin (1,14%) menjadi 7.329,34.
Net buy terbanyak melanda lima saham ini, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 116,71 miliar, PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) Rp 51,55 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 36,17 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 32,71 miliar, PT Sumber Alfa Energy Tbk (ITMA) Rp 27,99 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham berikut torehkan penjualan (net sell) saham terbanyak, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 105,60 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 29,50 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 27,59 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 22,81 miliar, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 21,44 miliar.
Terkait penguatan IHSG hari ini didukung kenaikan mayoritas sektor sektor, seperti saham sektor teknologi 5,31%, sektor transportasi 1,18%, sektor keuangan 1,17%, sektor material dasar 0,78%, dan sektor konsumer non primer 0,60%.
Baca Juga
JanganTerlewat! Lowongan Kerja OJK Ditutup Hari Ini, Ini Persyaratannya
Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor konsumer primer 0,58%, sektor infrastruktur 0,90%, dan sektor sektor energi 0,11%.
Sedangkan saham dengan penguatan terpesat sepanjang hari, yaitu saham PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp 830 (24,92%) menjadi Rp 4,160, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) naik Rp 54 (22,31%) menjadi Rp 296, PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MMIX) naik Rp 28 (19,05%) menjadi Rp 175.
Penguatan juga melanda saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melesat Rp 11 (17,46%) menjadi Rp 74 dan saham PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) naik Rp 11 (16,92%) menjadi Rp 76.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Pulau Subur Tbk (PTPS), PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS).

