Net Buy Berlanjut Rp 305,08 Miliar, Asing Borong TLKM dan BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 305,08 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/11/2025), ditutup melemah sebanyak 33,17 poin (0,40%) menjadi 8.241 akibat aksi ambil untung investor.
Net buy terbanyak melanda saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 373,36 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 334,96 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 151,95 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 111,93 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 86,78 miliar.
Baca Juga
Pendapatan Wika Beton (WTON) Tumbuh, Divisi Operasi Melonjak 359%
Sebaliknya saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 271,93 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 183,11 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 175,26 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 87,16 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 51,26 miliar.
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar melemah 2,22%, sektor property 2,62%, sektor teknologi 1,15%, sektor konsumer primer 0,43%, sektor keuangan 0,37%, sektor konsumer non primer 0,38%, sektor infrastruktur 0,27%, dan sektor transportasi 0,45%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industry 3,62%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CINT ditutup menguat 33,77% menjadi Rp 206, FPNI naik 25% menjadi Rp 320, saham PTSP menguat 24,86% menjadi Rp 1.155, dan saham ATIC naik 24,80% menjadi Rp 780. Kenaikan juga melanda saham UVCR sebanyak 22,22% menjadi Rp 121.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 111,2 poin (1,36%) menjadi 8.275,08 dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,03 triliun. Terbanyak saham BBCA Rp 444,97 miliar, PTRO Rp 161,26 miliar, dan BBRI Rp 151,62 miliar.
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan saham sektor konsumer primer penyumbang utama sebanyak 2,18%. Selanjutnya sektor infrastruktur 1,76%, sektor transportasi naik 1,93%, sektor energi naik 1,36%, dan sektor material dasar 1,23%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property dan teknologi.

