Harga Emas Makin Tergelincir, Mantan Bos BEI Ungkap Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas meluncur turun secara beruntun beberapa hari terakhir. Di pasar spot dunia, emas tergelincir 1,3% ke level US$ 1,875.79 per ounce pada Kamis (28/9/2023). Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat anjlok 1,4% menjadi US$ 1,893.5 per ounce.
Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Hasan Zein Mahmud turut bersuara terkait turunnya harga emas. Menurut dia akar masalah penurunan harga emas terletak pada paranoid sektor keuangan dan investasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed (federal funds rate, FFR).
Baca Juga
Mantan Bos BEI Hazan Zein Mahmud Sebut Kiamat Emiten Batu Bara Masih Jauh, Kenapa?
“Kenaikan tingkat bunga akan serta merta mengerek imbal hasil treasury ke atas. Yield yang tinggi, pada gilirannya, mengangkat USD (DXY),’’ tutur Hasan dalam sebuah pesan singkat yang diterima Investortrust.id, Kamis (28/9/2023).
Kenaikan suku bunga dan imbal hasil treasury merupakan faktor pemukul harga emas. Dikatakan transaksi emas (spot maupun futures) dihargai dalam USD.
Baca Juga
Progres 19%, Proyek Peningkatan Kapasitas Dermaga Gilimanuk Rampung Jelang Nataru
‘’Naiknya USD tentu saja berkorelasi negatif dengan harga emas. Naiknya imbal hasil obligasi juga menekan harga emas,’’ lanjutnya.
Investasi dalam emas tidak memberikan bunga. Nah agar harapan keuntungan setara, naiknya yield obligasi harus diikuti oleh turunnya harga emas.
‘’The Fed institusi dengan kacamata kuda. Dan dalam hal inflation buster, AS perlu belajar dari Indonesia,’’ pungkasnya.
