Laba Melesat 55%, Saham Dharma (DRMA) Direkomendasikan Buy
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatatkan kenaikan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 55,20% menjadi Rp 611,75 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Tp 394,16 miliar.
Manajemen DRMA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa lompatan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan dari Rp 3,90 triliun menjadi Rp 5,54 triliun tahun 2023.
Baca Juga
Tujuan Investasi, Komisaris Ini Borong Jutaan Saham Dharma Polimetal (DRMA)
Perseroan juga mencatatkan laba usaha dari Rp 533,25 miliar menjadi Rp 802,41 miliar. Laba bersih tahun berjalan juga meningkat dari Rp 396,86 miliar menjadi Rp 625,50 miliar. Hal ini menjadikan laba per saham perseroan naik melambung dari Rp 84 menjadi Rp 130 per saham.
Sinarmas Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa Dharma Polimetal merupakan produsen kompoenen dan suku cadang (spare parts) otomotif teratas di Indonesia dengan tren pertumbuhan kinerja keuangan pesat dalam tiga tahun terakhir. Tren pertumbuhan tersebut diprediksi berlanjut sejalan dengan berlanjutnya ekspansi perseroan.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Pendapatan 2024 Meningkat
Menurut sekuritas tersebut rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) pendapatan DRMA mencapai 19% dalam tiga tahun terakhir. Perseroan juga mencatatkan ROE tinggi mencapai 30% sepanjang periode tersebut.
“Hal ini membuat saham DRMA seharusnya ditransaksikan premium dibandingkan dengan kompetitornya. Hal ini membuat saham DRMA layak dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.100 untuk 12 bulan ke depan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.

