Market Cap Rp 1.000 Triliun hingga Dongkrak Kekayaan Prajogo, Begini Gerak Saham Barito Renewables (BREN)
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), kembali bangkit hingga bertengger di atas Rp 7.000, tepatnya Rp 7.475. Bahkan, penguatan harga ini telah berlangsung dalam tiga hari perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berkat lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) perusahaan pembangkit listrik geothermal terbesar di Indonesia ini kembali sentuh level Rp 1.000 triliun. Angka tersebut menjadi level tertinggi baru terhitung sejak 5 Januari 2024.
Baca Juga
Saat IHSG Babak Belur, Empat Saham Emiten Prajogo Ini Melambung, Kok Bisa?
Dengan kenaikan market cap selama tiga hari perdagangan terakhir, BREN kini bertengger menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar kedua di BEI setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1.168,03 triliun. Sedangkan market cap terbesar ketiga dipegang PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 811,05 triliun.
Tak hanya mendorong kenaikan market cap, penguatan harga saham BREN sebanyak Rp 550 (7,94%) menjadi Rp 7.475 ditambah penguatan harga beberapa saham lainnya berdampak terhadap penambahan kekayaan Prayogo Pangestu senilai US$ 3 miliar kemarin, sehingga totalnya meningkat menjadi US$ 51,2 miliar atau memperkokoh dirinya sebagai orang terkaya di Indonesia dan peringkat 26 dunia.
Baca Juga
Terkait kinerja keuangan, Barito Renewables (BREN) membukukan peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 17,87% menjadi US$ 107,41 juta pada 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 91,12 juta.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini sebesar 4,4% dari US$ 569,78 juta menjadi US$ 594,93 juta. Sedangkan beban keuangan melesat dari US$ 85,07 juta menjadi US$ 136,48 juta tahun 2023. Pendapatan bunga naik dari US$ 2,88 juta menjadi US$ 11,39 juta.
Pertumbuhan kinerja keuangan tahun lalu didukung peningkatan produksi listrik panas bumi sebanyak 3,4%. Kenaikan juga didukung pertumbuhan tarif listrik dari Salak, Drajat, dan Wayang Windu.
Baca Juga
Emiten Perbankan Ambyar hingga Harga Emas Melonjak Buntut Serangan Iran ke Israel
Saat ini, BREN tengah menjalankan rencana ekspansi untuk mengoperasikan kapasitas pembangkti sebanyak 1.300 MW tahun 2028. Manajemen dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa target ini akan dicapai melalui pengembangan unit-unit baru di wilayah operasi panas bumi yang sudah ada dan pengembangan kawasan greenfield energi panas bumi maupun tenaga angin.
Barito Renewables sebelumnya juga telah menuntaskan akuisisi sebanyak 99,99% saham PT UPC Sidrab Bayu Energi (SIDRAP1) senilai Rp 1,62 triliun. Transaksi tersebut telah dituntaskan Selasa (2/4/2024). Pengambilan saham bertujuan untuk pengembangan usaha perseroan dan memperkuat posisi bisnis BREN di bidang energi terbarukan.

