Net Sell Melanda, Lima Saham Papan Atas Ini Dilego Asing
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 316,93 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/3/2024), ditutup berbalik menguat 27,61 poin (0,38%) menjadi 7.377,76 dengan nilai transaksi Rp 8,82 triliun.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 360,38 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 86,02 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 62.63 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 53,87 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 40,43 miliar.
Baca Juga
Ini Strategi Polri untuk Cegah Macet dan Kecelakaan pada Mudik Lebaran 2024
Sebaliknya lima saham berikut torehkan pembelian bersih (net buy) saham oleh pemodal asing, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 134,35 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 49,25 miliar, PT Sumer Energi Andalan Tbk (ITMA) Rp 32,57 miliar, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 25,46 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 23,74 miliar.
Terkait penguatan IHSG hari ini didukung kenaikan sejumlah sektor saham, sepertis aham sektor sektor keuangan 1,05%, sektor material dasari 0,94%, dan sektor konsumer non primer 0,51%, sektor kesehatan 0,18%.
Sebaliknya pelemahan melanda sektor teknologi 0,57%, sektor konsumer primer 0,36%, sektor industry 0,40%, sektor konsumer primer 0,40%, dan sektor energi 0,37%.
Baca Juga
Laporkan Lompatan Laba 85%, Saham Ulima Nitra (UNIQ) Mendadak Terbang
Di tengah lompatan indeks tiga saham ini berhasil melesat hingga auto reject atas (AR), yaitu saham PT Gaya Abadi Sempurna TBk (SLIS) naik Rp 17 (33,33%) menjadi Rp 68, PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) menguat Rp 78 (24,53%) menjadi Rp 396, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) justru melesat Rp 94 (24,61%) menjadi Rp 476.
Penguatan juga melanda saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menguat Rp 44 (26,83%) menjadi Rp 208 dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) sebesar Rp 42 (16,54%) menjadi Rp 296.
Sebaliknya penurunan melanda tiga saham ini, yaitu saham PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD), PT Mitra Pack Tbk (PTMP), PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA), dan PT Satria Andalan Prima Tbk (SAPX).

