Tujuh Hari Transaksi, Saham Ancara (ALII) Terbang 131% dan Market Cap Terbesar di BEI
JAKARTA, investortrust.id – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) berhasil mencatatkan lompatan harga sebanyak 131,61% dari harga IPO saham Rp 272 menjadi Rp 630 hanya dalam tujuh hari transaksi. Lompatan tersebut menjadikan ALII sebagai perusahaan kapal dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bahkan, saham ALII ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) senilai Rp 125 (24,75%) menjadi Rp 630 pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2/2023). Lompatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) ALII kini bertengger di Rp 9,97 triliun.
Baca Juga
ALII kini menjadi emiten sektor kapal dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyalib PT Temas Tbk (TMAS) senilai Rp 9,29 triliun, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Rp 5,27 triliun, dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) senilai Rp 2,55 triliun, dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp 1,80 triliun.
ALII sebelumnya menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan melepas sebanyak 3,2 miliar saham atau 20% dari jumlah saham beredar. Saham tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 272 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 860,9 miliar.
Terkait target tahun ini, ALII optimistis membidik pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 1,1 triliun tahun 2024. Target tersebut didukung peningkatan volume angkut batu bara hingga dua kali lipat.
Presiden Direktur ALII Faisal Mohamad Nur seusai serenomi pencatatan perdana umum saham ALII di Gedung BEI, Rabu, (7/2/2024), mengatakan, target tersebut didukung rencana penambahan armada dari 36 unit tongkang menjadi 42 tongkang sungai bulan ini.
"Tahun 2023 bottom line konsolidasi perseroan sekitar Rp 177 miliar dan top line hampir Rp 900 miliar. Sedangkan tahun 2024 diharapkan pendapatan bertumbuhan menjadi Rp 1,11 triliun," katanya.
Baca Juga
Saham Cetak ARA, Ancara Logistics (ALII) Ungkap Target Pendapatan Rp 1,1 Triliun
Guna merealisasikan target pertumbuhan kinerja tersebut, dia mengatakan, ALII akan menggelontorkan sebanyak 25,44% dana perolehan IPO saham untuk ekspansi bisnis. "Dana sebanyak 21,44% akan digunakan untuk membeli sebanyak 15 unit tongkang sungai dan sekitar 4% untuk modal kerja," ujarnya.
Adapun, sebanyak 75% dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai pinjaman untuk anak perusahaan yakni, PT Mahakam Coal Terminal (MCT) yang akan digunakan MCT untuk pembayaran sebagian utang.
Profil ALII
Ancara Logistics didirikan pada 2019 dengan tujuan utama untuk mengelola dan mendukung layanan logistik pertambangan dan pelayaran laut perusahaan afiliasi di bidang batu bara, yaitu PT Ade Putra Tanrajeng dan PT Guruh Putra Bersama.
Perseroan mengoperasikan sebanyak memiliki 36 tongkang dan 39 kapal tunda yang hampir seluruhnya dioperasikan di Sungai Belayan Kalimantan Timur. Perseroan memiliki FTU yang berlokasi di pelabuhan Muara Berau, Samarinda, Kalimantan Timur dengan kapasitas 20.000 MT PWWD dan mampu untuk memindahkan batu bara ke Supra-max mother vessel dalam tiga hari, Panamax mother vessel dalam empat hari, dan Cap Size vessel hanya dalam tujuh hari.
Baca Juga
Aktivitas utama ALII saat ini mengelola pengangkutan batu bara dengan menggunakan kapal tongkang. Perseroan juga didukung anak usahanya PT Mahakam Coal Terminal (MCT) yang bergerak di bidang operasi terminal khusus untuk kepentingan sendiri yang digunakan untuk proses muat batu bara dari tongkang ke stockpile maupun sebaliknya.
Berdasarkan data pemegang saham, PT Graha Adika Niaga bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 32,87%, disusul Solomed Capital Pte Ltd sebanyak 31,58%, PT Borneo Logistik Indonesia menggenggam 11,02% saham, Nalinkant Amratlal Rathod 2,11%, Aninditha Anestya Bakrie 2,42%, dan sisanya masyarakat mencapai 19,95%.

