Saham Cetak ARA, Ancara Logistics (ALII) Ungkap Target Pendapatan Rp 1,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) optimistis mencapi target pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 1,1 triliun tahun 2024. Target tersebut didukung peningkatan volume angkut batu bara hingga dua kali lipat.
Presiden Direktur ALII Faisal Mohamad Nur seusai serenomi pencatatan perdana umum saham ALII di Gedung BEI, Rabu, (7/2/2024), mengatakan, pertumbuhan tersebut didukung target penambahan armada dari 36 unit tongkang menjadi 42 tongkang sungai bulan ini.
Baca Juga
Ancara Logistics Pasang Harga Bookbuilding IPO Rp 268 – Rp 278, Cek Jadwal Berikut
"Tahun 2023 bottom line konsolidasi perseroan sekitar Rp 177 miliar dan top line hampir Rp 900 miliar. Sedangkan tahun 2024 diharapkan pendapatan bertumbuhan menjadi Rp 1,11 triliun," katanya.
Guna merealisasikan target pertumbuhan kinerja tersebut, dia mengatakan, ALII akan menggelontorkan sebanyak 25,44% dana perolehan IPO saham untuk ekspansi bisnis. "Dana sebanyak 21,44% akan digunakan untuk membeli sebanyak 15 unit tongkang sungai dan sekitar 4% untuk modal kerja," ujarnya.
Komisaris ALII Aninditha Anestya Bakrie
Adapun, sebanyak 75% dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai pinjaman untuk anak perusahaan yakni, PT Mahakam Coal Terminal (MCT) yang akan digunakan MCT untuk pembayaran sebagian utang.
Pada kesempatan yang sama, Komisaris ALII Aninditha Anestya Bakrie mengatakan, saat ini armada ALII akan bertambah dari semula 36 tongkang dengan 39 kapal tunda menjadi 42 unit tongkang sungai pada Februari ini. "Unsyaallah akhir tahun ini bisa menjadi 60 tongkang sungai dan sekitar 70 kapal tunda," terangnya.
Baca Juga
Perseroan sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan melepas sebanyak 3,2 miliar saham atau 20% dari jumlah saham beredar. Saham tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 272 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 860,9 miliar.
Adapun, saham ALII ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 68 (25%) menjadi Rp 340 per saham pada pperdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.
Profil ALII
Ancara Logistics didirikan pada 2019 dengan tujuan utama untuk mengelola dan mendukung layanan logistik pertambangan dan pelayaran laut perusahaan afiliasi di bidang batu bara, yaitu PT Ade Putra Tanrajeng dan PT Guruh Putra Bersama.
Perseroan mengoperasikan sebanyak memiliki 36 tongkang dan 39 kapal tunda yang hampir seluruhnya dioperasikan di Sungai Belayan Kalimantan Timur. Perseroan memiliki FTU yang berlokasi di pelabuhan Muara Berau, Samarinda, Kalimantan Timur dengan kapasitas 20.000 MT PWWD dan mampu untuk memindahkan batu bara ke Supra-max mother vessel dalam tiga hari, Panamax mother vessel dalam empat hari, dan Cap Size vessel hanya dalam tujuh hari.
FTU perseroan di pelabuhan Muara Berau Kalimantan Timur
Aktivitas utama ALII saat ini mengelola pengangkutan batu bara dengan menggunakan kapal tongkang. Perseroan juga didukung anak usahanya PT Mahakam Coal Terminal (MCT) yang bergerak di bidang operasi terminal khusus untuk kepentingan sendiri yang digunakan untuk proses muat batu bara dari tongkang ke stockpile maupun sebaliknya.
Baca Juga
Perusahaan diyakini akan tumbuh berkembang pesat, seiring dengan pertumbuhan bisnis dua pelanggan utamanya, yaitu PT Ade Putra Tanrajeng dan PT Guruh Putra Bersama serta pertumbuhan signifikan dari bisnis logistik pertambangan.
Berdasarkan data pemegang saham, PT Graha Adika Niaga bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 32,87%, disusul Solomed Capital Pte Ltd sebanyak 31,58%, PT Borneo Logistik Indonesia menggenggam 11,02% saham, Nalinkant Amratlal Rathod 2,11%, Aninditha Anestya Bakrie 2,42%, dan sisanya masyarakat mencapai 19,95%. (CR-5)

