Saham Telkom (TLKM) Bangkit, Sentuh Harga Tertinggi Ytd Rp 4.080
JAKARTA, investrortrust.id – Saham PT Telkom Indonesia (TLKM) turut mendapat angin segar dari hasil pemilhan umum 2024, yang memenangkan pasangan Prabowo – Gibran versi hitung cepat sejumlah lembaga survei dengan perolehan suara 58%.
Secara intraday, saham TLKM sempat menembus level Rp 4.080 per saham atau menguat 2,51%. Posisi ini sekaligus merupakan harga tertinggi saham TLKM sepanjang tahun 2024. Secara rata-rata saham ini diperdagangkan pada harga Rp 4.036 dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 402 triliun.
Penguatan saham TLKM didorong semaraknya transaksi saham ini, tercatat volume saham ditransaksikan sebanyak 659.291 senilai Rp 266 miliar.
Baca Juga
Saham BBNI Catat Rekor ATH, Terbuka Potensi Tembus Target Price Rp 6.600
Analis PT Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi memperkirakan, saham TLKM masih berpeluang menguat hingga level Rp 4.500.
‘’Kami memilih TLKM sebagai pilihan utama kami di sektor telko, karena kami yakin bahwa dominasinya akan membantu mendukung pertumbuhan pendapatan dan profitabilitasnya dalam jangka panjang,’’ ulas Jonathan dikutip dari riset, Kamis (15/02/2024).
Lebih lanjut dikatakan, neraca keuangan yang kuat akan menempatkan TLKM pada posisi yang menguntungkan untuk lelang spektrum pada 2024-2025. ‘’Sementara itu, kami memperkirakan persaingan di pasar FTTH dan FMC akan tetap ketat untuk sementara waktu, mengingat pasar Indonesia yang relatif terkonsentrasi,’’ imbuhnya.
Rekomendasi positif juga disempatkan oleh Analis PT Panin Sekuritas Aqil Triyadi. Dia yakini kinerja TLKM bakal tumbuh lebih solid di masa datang.
‘’Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan perseroan bisa naik di 6% - 8% YoY tahun ini, ditopang oleh pertumbuhan industri telko, permintaan data, potensi perkembangan 5G, FMC, serta data center,’’ urai Aqil.
Baca Juga
Sementara EBITDA diyakini akan tumbuh mid to high single digit di 2024. Adapun perseroan menargetkan EBITDA margin di tahun depan akan berkisar di 50% dengan guideline dividen payout ratio berada 60%-80% dari laba bersih.
Sebagai catatan, pada kuartal III-2023, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 111,2 triliun atau 2,2% YoY dengan EBITDA tumbuh 4,4% YoY di September 2023. ‘’Hasil tersebut masih in-line dengan proyeksi kami di tahun 2023,’’ ulas Aqil.
Untuk itu pihaknya merekomendasikan ‘’BUY’’ untuk TLKM dengan target price Rp 4.700. Target ini mengimplementasikan EV/EBITDA sebesar 5 kali di 2024.

