Telkom (TLKM) Anjlok ke Level Terendah Baru Sejak Agustus 2021, Kapan Bisa Bangkit?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kembali anjlok parah pada perdagangan intraday Selasa (16/4/2024) dengan penurunan Rp 190 (5,54%) menjadi Rp 3.240. Penurunan tersebut sejalan dengan anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 134 poin menjadi 7.152.
Dengan berlanjutnya pelemahan tersebut, saham TLKM telah terhempas sepanjang year to date (ytd) sebanyak Rp 3.950 menjadi Rp 3.240 atau anjlok mencapai 17,97%. Level Rp 3.240 menjadi harga terendah saham operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini sepanjang 2024 berjalan. Bahkan, level tersebut merupakan level terendah baru saham TLKM terhitung sejak 10 Agustus 2021.
Baca Juga
Usai Umumkan Kenaikan Laba, Kira-kira Begini Potensi Dividen Telkom (TLKM)
Lalu, bagaimana sesuhguhnya prospek dan target harga saham TLKM ke depan? Analis Sinarmas Sekuritas Ivan Harian Chandra mengatakan, penurunan kinerja keuangan TLKM tahun 2023 tidak mencerminkan fundamental yang berubah.
“Oleh karena itu, kami tetap mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.200. Target tersebut mengimplikasikan terbukanya potensi penguatan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Dengan harga intraday saham TLKM level Rp 3.240 dan target harga Rp 4.200, terbuka peluang penguatan saham operator telekomunikasi yang dikuasai pemerintah ini sebanyak 29,26% dalam 12 bulan ke depan.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Targetkan Tambah 100 Ribu Pelaku UMKM Baru di 2024
Terkait penurunan harga saham TLKM dalam beberapa pekan terakhir, dia mengatakan, justru menjadi peluang menguntungkan untuk mulai mengakumulasi. “Kami melihat bahwa penurunan kinerja perseroan tahun lalu lebih disebabkan perubahan strategi perseroan, bukan dipicu atas penurunan fundamental bisnis,” terangnya.
Tahun ini, Sinarmas Sekuritas memperkirakan, TLKM bakal menorehkan pertumbuhan kinerja keuangan setidaknya satu digit. Margin EBITDA diperkirakan berada dalam rentang 50-52%. Apalagi perseroan tengah aktif menyempurnakan strateginya untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja, posisi pasar, dan profitabilitas ke depan.
TLKM juga sedang gencar menerapkan sejumlah inisiatif bisnis untuk menarik lebih banyak pelanggan, termasuk mengoptimalkan sinergi dengan harapan menorehkan efisiensi dari sinergi mencapai Rp 1,5 triliun tahun ini.
Estimasi Kinerja Keuangan TLKM

