Gerak Saham Telkom (TLKM) Kini di Bawah Rp 3.000, Masih Adakah Peluang Bangkit?
JAKARTA, investortrust.id – Pelemahan harga saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus berlanjut, meskipun sahamnya telah berada di bawah level Rp 3.000 atau terendah terhitung sejak Agustus 2019. Pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/5/2024), saham TLKM turun Rp 10 menjadi Rp 2.980.
Salah satu faktor utama penurunan harga tersebut berasal dari masuknya Starlink ke Indonesia yang dikhawatirkan menggerus pasarnya di Indonesia. Penurunan harga saham TLKM juga dipicu atas kian kerasnya persaingan operator telekomunikasi setelah operator lainnya gencar ekspansi ke luar Jawa.
Baca Juga
Sabet The Best Liquidity InvestorTrust Company 2024, Ini Strategi Telkom (TLKM) Hadapi Persaingan
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham TLKM telah anjlok 25,56% year to date (ytd) dan mencapai level terendah baru terhitung sejak Agustus 2019. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini turun menjadi Rp 292,20 triliun atau uruta ke-8 di BEI.
Lalu, bagaimana pandangan analis terhadap target harga saham TLKM? CGS CIMB Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan optimisme terhadap prospek saham TLKM didukung kemampuan perseroan mengerek naik margin EBITDA dari 48,8% pada kuartal akhir 2023 menjadi 51,9% pada kuartal I-2024. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih naik dari 13,3% pada kuartal IV-2023 menjadi 16,2% pada kuartal I-2024.
Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk mempertahankan hold saham TLKM dengan target harga Rp 3.600.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Pede Starlink Tak Gerus Pengguna Telkomsel dan Indihome
Begitu juga dengan Sucor Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.300. Target tersebut menggambarkan dukungan positif dari kehadiran Telkomsel Lite yang berimbas terhadap peningktan ARPU perseroan. Produk ini juga berimbas terhadap lompatan trafik penggunaan data perseroan.
Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 24,90 triliun tahun ini, dibandingkan dengan raihan tahun lalu Rp 24,56 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat dari Rp 149,21 triliun menjadi Rp 151,91 triliun.
Grafik Saham TLKM

