Mastersystem (MSTI) Alokasikan Dana IPO Rp 101,5 Miliar untuk Bayar Utang
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pendatang baru, PT Mastersystem Infotama Tbk, (MSTI) mendapat dana segar sebesar Rp 637,96 miliar dari hajatan initial public offering (IPO).
Saham perdana MSTI resmi dicacatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI, Senin (8/11/2023).
Corporate Secretary MSTI, Miranti, mengatakan, sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi utang perseroan di perbankan.
Baca Juga
Samuel Sekuritas Ramal IHSG Cenderung Sideways, Begini Analisanya
Dirinci Miranti, pihaknya mengalokasikan dana hasil IPO sebesar Rp 101,5 miliar untuk membayar sebagian pokok utang kepada perbankan, selebihnya Rp 500 miliar untuk belanja modal atau capital expenditure.
Dana belanja modal terutama digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan terutama di bidang sektor konsumen, keuangan, dan juga telekomunikasi.
“Saat ini kami masih fokus IPO, jadi (penggunaan dana IPO) masih sesuai prospectus, yaitu sebagian untuk melunasi utang bank yang jatuh tempo pada Desember, sisanya untuk belanja modal,” terang Miranti usai acara Seremoni Pencatatan Perdana Saham di Jakarta, Rabu, (8/11/2023).
Miranti mengungkapkan, saat ini MSTI berfokus di sektor keuangan dan telekomunikasi, karena memang pelanggan perseroan adalah dua sektor tersebut.
Baca Juga
Pengendali Tender Offer Saham Tower Bersama (TBIG), Bagaimana dampak Pergerakan Harga?
Sebagaimana diketahui, MSTI bergerak di bidang IT dan teknologi digital. Dua sektor ini diyakini punya prospek baik ke depannya. Untuk itu MSTI yakin pusat-pusat bisnis di Indonesia akan membutuhkan Mastersystem untuk membantu bisnis mereka dalam hal digitalisasi.
Selain penerbitkan saham dalam rangka IPO, Mastersystem juga mengadakan program alokasi saham karyawan (Employee Stock Allocation atau program ESA) senilai 6.357.600 saham biasa atas nama atau sebesar 1,35% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO.
Terdapat juga program opsi kepemilikan saham kepada manajemen dan karyawan (Management Employee Stock Option Program/MSOP) dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 80.040.000 saham biasa atas nama atau sebesar-besarnya 3% dari modal ditempatkan dan disetor yang tercantum pada anggaran dasar perseroan. (CR-5)

