Bank Maspion (BMAS) Rights Issue Rp 3,5 Triliun, Pengendali KVF Jadi Pembeli Siaga
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) akan menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu III (PMHMETD III) dengan target dana Rp 3,50 triliun.
Perseroan akan menerbitkan sebanyak 9,48 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 370. Jumlah saham yang diterbitkan setara dengan 52,38% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Baca Juga
Carsurin (CRSN) Cetak Lonjakan Laba 74%, Kenaikan Ditopang Ini
Bank Maspion (BMAS) melalui prospektus yang diterbitkan, Kamis (26/10/2023) menyebutkan, setiap pemegang 100 saham BMAS berhak mendatkan sebanyak 110 HMETD BMAS. Adapun cum HMETD ditetapkan pada 6 November 2023.
Terkait penggunaan dana hasil rights issue, Bank Maspion (BMAS) menyebutkan, sebanyak 50% dari dana tersebut akan dimanfaatkan untuk penyaluran kredit. Sedangkan sisanya untuk peningkatan kapabilitas, seperti pengembangan jaringan kantor, investasi TI, dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga
Meski IHSG Anjlok 119 Poin, Saham PCAR, BOBA, dan FIRE Melambung ARA
KVF selaku pengendali dengan kepemilikan 62,53% saham BMAS menyatakan kesanggupan untuk mengeksekusi haknya. Bahkan, KVF akan bertindak sebagai pembelia siaga dalam penerbitan saham baru tersebut.
Apabila pemegang saham lainnya tidak mengeksekusi haknya, maka akan terjadi dilusi lebih dari 52,84%. Dengan demikian, total kepemilikan saham BMAS oleh KVF akan bertambah menjadi 81,16% dan KVFI akan menjadi pemegang saham lainnya dengan kepemilikan 1%.

