Garap Right Issue Rp 3,51 Triliun, Saham Bank Maspion (BMAS) Tembus ARA
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Maspion Tbk (BMAS) mengalami lonjakan harga hingga menembus auto rejection atas (ARA) sebesar 25% ke level 1.150 per saham pada sesi 1, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (3/11/2023).
Saham BMAS dibuka pada harga Rp 905 per saham, terus menanjak seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga menembus ARA. Saham BMAS ditransaksikan dengan volume 1.469 saham. Saat ini antrian beli BMAS tercatat mencapai 283 lot pada harga tertinggi Rp 1.150.
Sebaaimana diketahui, BMAS dikendalikan oleh Kasikorn Vision Financia Company (KVP) asal Thailand setelah mengakuisisi 67,5% saham dari pemilik lama termasuk pengendali lama keluarga konglomerat asal Jawa Timur, Alim Markus pada tahun 2022 lalu.
Baca Juga
Meski tidak lagi sebagai pengendali, saat ini kaluarga Alim masih mengempit lebih dari 29% saham BMAS melalui PT Alim Investindo.
Saat ini BMAS tengah menggelar aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHTED) tahap III atau right issue sebanyak 9,48 miliar saham atau sekitar 52,38% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah rights issue.
Nilai nominal saham right issue sebesar Rp 100 dengan harga pelaksanaan Rp 370, sesuai dengan ketentuan rasio right issue, yakni 100 : 110.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Ungkap Penyebab Insiden Ban Mobil Bocor di Tol Layang MBZ
Artinya setiap pemegang 100 saham lama berhak mendapatkan 110 saham right issue, di mana setiap 1 HMTED memberikan pemegangnya hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga Rp 370 per saham.
Sekretaris BMAS, Iwan Djayawasita, mengatakan, right issue tersebut akan menghimpun dana sebesar Rp 3,51 triliun. “Pemegang saham utama kami KVF yang memiliki 5,39 miliar saham atau mewakili 62,53% saham telah menyetakan untuk melaksanakan seluruh HMTED yang menjadi haknya yaitu 6,24 miliar saham.
Begitu pula dengan pemegang saham kedua pihak Alim Investindo juga telah menyatakan akan melaksanakan seluruh saham yang menjadi haknya dalam HTMTED tersebut.

