Bergerak Dramatis, Saham Pendatang Baru Citra Nusantara (CGAS) dari Koreksi hingga Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) yang mencatatkan (listing) saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (8/1/2024) berakhir ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA). Padahal, saham CGAS sempat terkoresi sepanjang perdagangan sesi I.
Berdasarkan data BEI, saham CGAS ditutup melesat hingga ARA dengan penguatan Rp 84 (24,85%) menjadi Rp 422. Sedagnak CGAS-W melesat menjadi Rp 186 per waran. Padahal, saham CGAS sempat bergerak hingga menyentuh level Rp 288 di sesi I dan mulai berbalik hingga ARA setelah memasuki sesi II.
Baca Juga
Bangun LNG Station, Citra Nusantara Gemilang Bidik Dana IPO Rp 179 Miliar
Analis pasar modal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan harga saham CGAS ditopang peningkatan volume pembelian saham ini memasuki sesi II.
Kendati demikian, Herditya mengungkapkan, bahwa pergerakan selanjutnya belum dapat dianalisa lebih lanjut akibat belum tampak sisi indikator lain penyebab penguatan harga saham.
“Untuk pergerakan selanjutnya belum dapat dianalisa secara mendetail karena dari sisi indikator lainnya belum muncul,” ungkapnya.
Baca Juga
Citra Nusantara (CGAS) ‘Pede’ Bisa Raup Penjualan Rp 1 Triliun Usai IPO
Citra Nusantara (CGAS) merupakan emiten kedua yang mencatatkan saham perdana di BEI tahun 2024. Perseroan dikenal sebagai perusahaan pelopor pengembangan gas alam terkompresi atau CNG (Compressed Natural Gas) di Indonesia melalui distribusi gas alam ke daerah yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas.
Pemasaran dari gas tersebut dilakukan secara B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Customer), serta menargetkan sektor industri dan transportasi.
Direktur Utama CGAS Andika Purwonugroho usai listing perdana mengatakan, Citra Nusantara (CGAS) akan melakukan ekspansi bisnis gas cair alam (LNG) dengan belanja modal (capex) sebesar US$ 10 juta. Dana tersebut diperoleh dari hasil initial public offering (IPO) saham.
Baca Juga
Citra Nusantara (CGAS) Siap Ekspansi Bisnis Senilai US$ 10 Juta
“Rencana capex tadi di LNG yang paling besar sebesar US$10 juta, kemudian ada beberapa yang station kecil skala Rp 10-20 miliar per proyek,” ujarnya.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan menggunakan dana IPO sekitar 90% untuk pembangunan LNG Station di Galian Field Tambun Zone 7 Regional 2. Sekitar 10% akan digunakan CGAS untuk modal kerja. Penggunaan dana tersebut termasuk dalam operating expenditure (opex).
CGAS juga akan memperluas bisnis dengan membangun mother station baru yang di Grobogan Purwodadi dengan kapasitas 1,5 MMSCFD, di Majalengka berkapasitas 1 MMSCFD, serta mother station di Gresik dengan kapasitas 2 MMSCFD.

