Resmi Listing, Saham Citra Nusantara Gemilang (CGAS) Melorot 8%
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan distribusi gas alam cair, PT Citra Nusantara Gemilang (CGAS) resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Debut perdana saham CGAS tampak mengalami tekanan. Beberapa saat telah listing Senin pagi (8/1/2024) pukul 90.05 WIB, saham CGAS bertengger di level Rp 310 per saham, melorot 8% dari harga perdana Rp 388 per saham.
Sebelum listing, Perseroan berhasil menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering) pada tanggal 2-4 Januari 2024.
Dalam hajatan ini emiten yang memiliki kode saham CGAS tersebut melepas saham ke publik sebanyak 531.429.000 lembar bernilai nominal Rp 50 per saham atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi dalam Rentang 7.340-7.402
Adapun harga penawaran umum dibanderol Rp 338 per saham atau berada di batas atas harga penawaran awal (book building) sekitar Rp 284 – Rp 338 per saham. Dengan begitu Perseroan berhasil meraup dana segar hasil IPO Rp 179,62 miliar.
Pada IPO ini, CGAS dibantu oleh PT Pilarmas Investindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek. "Harga atas yang ditetapkan dalam IPO ini menunjukkan optimisme Perseroan bahwa saham CGAS diminati publik,’’ tutur Direktur Pilarmas Investindo, William Siddharta.
Lebih lanjut dikatakan, tingginya antusias masyarakat untuk memiliki saham CGAS sudah tercermin di pasar primer yang mengalami kelebihan permintaan hingga 93,23 kali dari porsi penjatahan terpusat.
Baca Juga
“Rangkuman hasil penawaran umum melalui website e-IPO menunjukkan adanya oversubscribed terhadap porsi penjatahan terpusat sebesar 93,23 kali, di mana dana investor yang masuk untuk memperebutkan porsi pooling saham CGAS mencapai Rp2,51 triliun,” papar William dalam keterangan yang dikutip, Senin (8/1/2024).
Secara bersamaan dengan IPO, Perseroan juga mencatatkan sebanyak 265.714.500 Waran Seri I atau maksimal 21,43% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO.
Perseroan sendiri memproyeksikan dapat meraup penjualan tembus sebesar Rp 1 triliun selama 5 tahun ke depan, atau meningkat hampir 4 kali lipat dibandingkan tahun 2023. Sementara untuk laba bersih pada periode yang sama naik hingga 10 kali lipat dibandingkan tahun 2022.

