Potensi Cuan Saham Summarecon (SMRA) Bisa 116%, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menunjukkan performa yang kuat hingga September 2023 hingga melampaui estimasi. Lompatan laba didukung pertumbuhan penjualan properti yang kuat bersamaan dengan penurunan beban keuangan.
“Realisasi laba bersih SMRA hingga September 2023 telah mencerminkan 83% dari target kami dan 84% dari konsensus analis. Begitu juga dengan perolehan pendapatan telah melampaui estimasi setara dengan 79% dari target Mandiri Sekuritas dan 80% dari target consensus analis,” tulis riset Mandiri Sekuritas, kemarin.
Baca Juga
Laba Bersih Summarecon (SMRA) Melesat 110%, Berikut Pemicunya
Lompatan kinerja keuangan tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMRA dengan target harga Rp 1.150. Dengan harga penutupan saham SMRA di level Rp 530 kemarin, terbuka penguatan saham SMRA hingga 116%.
Mandiri Sekuritas juga menempatkan saham SMRA sebagai pilihan teratas untuk sektor properti. Hal ini sebagai antisipasi perkiraan revisi naik target kinerja keuangan sepanjang tahun ini setelah seluruh indicator menunjukkan lompatan hingga melampaui estimasi sampai kuartal III-2023.
Berdasarkan laporan keuangan SMRA terungkap seluruh segmen bisnis menunjukkan performa kuat, seperti pembangunan properti hingga segmen mall dan hotel. Margin keuntungan perseroan juga kuat sesuai dengan estimasi.
Summarecon (SMRA) membukukan lompatan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 110,87% menjadi Rp 653,02 miliar hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 309,67 miliar.
Baca Juga
Lompatan laba bersih tersebut menjadikan laba per saham perseroan melambung dari Rp 18,76 menjadi Rp 39,56 per saham. Lompatan laba bersih tersebut ditopang atas kenaikan pendapatan bersih perseroan dari Rp 4,21 triliun menjadi Rp 5,08 triliun. Laba kotor juga melesat dari Rp 2,15 triliun menjadi Rp 2,57 triliun.
Peningkatan laba bersih juga didukung atas penurunan biaya keuangan dari Rp 777,43 miliar menjadi Rp 528,03 miliar. Kenaikan juga didukung pertumbuhan pendapatan keuangan dari Rp 94,21 miliar menjadi Rp 126,21 miliar.

