Pra Penjualan Bisa Tumbuh 11%, Target Saham Summarecon (SMRA) Dikerek Naik
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Summarecon Agung Tbk dikerek naik ke level Rp 720 untuk jangka waktu 12 bulan, seiring perkiraan pertumbuhan pra penjualan (presales) sebesar 11% menjadi Rp 5 triliun di tahun 2024.
Untuk itu Tim Riset BNI Sekuritas merekomendasikan buy saham SMRA untuk jangka waktu 12 bulan, sedangkan untuk jangka waktu 3 bulan, rating hold masih dipertahankan lantaran perlambatan presales hingga akhir momentum pemilihan umum (Pemilu).
“Target price baru ini berdasarkan pada rasio price to book (P/B) tahun 2024 sebesar 1,1 kali, pada -0,9 standar deviasi, dari rata-ratanya sejak 2016. Saat ini, SMRA diperdagangkan pada P/B tahun 2024 sebesar 0,9 kali,’’ ulas Tim Riset BNI Sekuritas dalam laporan terbaru yang dikutip, Kamis (01/02/2024).
Baca Juga
Offering Berlangsung, Startup Asal Bangkalan (MPIX) Tetapkan Harga IPO Rp 268 per Saham
Dipaparkan, SMRA akan memanfaatkan inesntif PPN dari pemerintah dengan meluncurkan sejumlah proyek baru, yang diyakini akan berkontribusi pada presales 2024.
Proyek baru tersebut diantaranya apartemen di Serpong serta Kelapa Gading. Untuk menarik pembeli, SMRA akan menawarkan hunian properti mulai dari Rp 1 miliar, di bawah harga rata-rata tahun 2023 sebesar Rp 2,1 miliar per unit.
Selain itu, tahun ini SMRA meresmikan mal ritel keempatnya di Bandung pada 18 Januari 2024. Mal baru ini menawarkan NLA seluas 44.000 m2, meningkatkan total NLA ruang ritel SMRA menjadi 308.500 m2. Pada saat pembukaan resminya, mal ini memiliki tingkat hunian sebesar 70%.
BNI Sekuritas menyebut, peluncuran ini sangat penting karena merupakan mal ritel baru pertama sejak mal Bekasi dibuka pada tahun 2013. SMRA telah menginvestasikan Rp 700 miliar dalam belanja modal untuk pengembangan ini.
Baca Juga
Meski Marketing Sales Tak Capai Target, Prospek Keuangan dan Saham Summarecon (SMRA) Tetap Kuat
Setelah itu, SMRA berencana untuk memperluas mal yang sudah ada di Bekasi, mengalokasikan belanja modal total sebesar Rp 1,2 triliun, dengan target penyelesaian pada tahun 2025. Selain itu SMRA berencana untuk membangun mal baru di kawasan strategis lainnya, termasuk Bogor dan Crown Gading.
Sentimen lain yang menarik bagi saham SMRA adalah proyeksi recurring revenues yang tetap kuat, meski diperkirakan memiliki dampak kecill terhadap perkiraan pendapatan SMRA. BNI Sekuritas memperkirakan perubahan recurring income SMRA sebesar 0,1% 2023, 0,1% pada 2024, dan -0,1% tahun 2025.
Secara bersamaan, tim BNI Sekuritas telah mengurangi proyeksi biaya bunga sebagai respons terhadap rencana manajemen untuk lebih mengurangi utang tahun ini. Penyesuaian ini berdampak positif pada margin bersih dan meningkatkan perkiraan laba bersih tim Research BNI Sekuritas sebesar 1,3%, 13,2%, dan 12,6% untuk tahun 2023 hingga 2025.
‘’Adapun proyeksi pendapatan SMRA menurut kami sekarang sesuai dengan prediksi sebelumnya sebesar 97%, 97%, dan 92% dari perkiraan konsensus untuk tahun 2023, 2024 dan 2025,” demikian Tim Riset BNI Sekuritas.

