Saham ITMG Dibanting Usai Cum Dividen, Ternyata Target Harganya Hanya Segini
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dibanting pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (12/9/2023). Aksi jual setelah cum dividen di pasar reguler dan tunai berakhir kemarin.
Perseroan sebelumnya memutuskan pembagian dividen tunai interim tahun buku 2023 senilai Rp 2.660 per saham atau dengan total US$ 199,27 juta. Dividen tersebut didasarkan keputusan manajemenper 31 Agustus 2023.
Baca Juga
Siap-siap! Indo Tambangraya (ITMG) Bagikan Dividen Interim Jumbo, Cek Tanggal Ini
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham ITMG ditutup terkoreksi Rp 2.175 (7,16%) menjadi Rp 28.200. Saham ini dibuka langsung turun ke level Rp 28.100 di awal perdagangan, dibandingkan penutupan kemarin level Rp 30.375.
Dengan penurunan harga mencapai Rp 2.175, pemodal yang menahan saham ITMG hingga akhir sesi I ini masih meraup cuan dari dividen Indo Tambangraya berkisar Rp 480 per saham. Sedangkan pembayaran dividen perseroan direncanakan besok atau 13 September 2023.
Baca Juga
Lalu, bagaiman prospek saham ITMG usai pembagian dividen interim ini? Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu justru merevisi turun target harga saham ITMG menjadi Rp 25.000. Dengan harga penutupan sesi I senilai Rp 28.200, harga tersebut sudah melampaui target yang ditetapkan Mandiri Sekuritas.
Target harga tersebut mempertimbangkan penurunan rata-rata harga jual batubara dalam beberapa pekan terakhir. Mandiri Sekuritas merevisi turun target laba bersih tahun ini dari US$ 840 juta menjadi US$ 563 juta. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi turun dari US$ 2,77 miliar menjadi US$ 2,62 miliar.
Baca Juga
Berdarsarkan laporan kinerja keuangan perseroan disebutkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari US$ 460,82 juta menjadi US$ 306,94 juta pada semester I-2023.
Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan dari US$ 1,42 miliar pada semester I-2022 menjadi US$ 1,29 miliar pada semester I-2023. Laba periode berjalan juga turun dari US$ 460,68 juta menjadi US$ 306,70 juta.

