Terhempas Usai Cum Dividen, Simak Kembali Target Harga Astra International (ASII) Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Astra International Tbk (ASII) terhempas ke level terendah baru terhitung sejak pertengahan Mei 2020 pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (14/5/2024). Penurunan terjadi setelah cum dividen tahun buku 2023 berakhir kemarin.
Berdasarkan data perdagangan saham intraday sesi I BEI, saham ASII terjerembab Rp 455 (8,97%) menjadi Rp 4.620 hingga pukul 09.58 WIB. Bahkan, saham ini sempat menyentuh level Rp 4.600.
Baca Juga
Astra International (ASII) Catat Laba Bersih Rp 7,46 Triliun di Kuartal I-2024
Dengan demikian nilai penurunan harga saham ASII lebih besar, dibandingkan dengan deviden yang bakal diraup Rp 421 per saham pada 30 Mei 2024. Sebelumnya RUPST perseroan menetapkan total dividen tahun buku 2023 senilai Rp 21 triliun atau Rp 519 per saham.
Dividen ASII
Sumber: Stockbit Sekuritas
Dividen ini terdiri atas dividen interim yang telah dibagikan Rp 98 per saham dan sisanya dividen final Rp 421 per saham.Manajemen ASII menyebutkan bahwa para pemegang saham yang berhak menerima dividen ASII tersebut adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) ASII paling lambat 15 Mei 2024 pukul 16.00 WIB.
Lalu, bagaimana prospek dan target harga saham ASII usai pembagian dividen? BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahankan rekomendasi hold saham ASII dengan target harga menggiurkan Rp 5.600.
Baca Juga
Penjualan Mobil Maret 2024 Naik, Dagangan Astra (ASII) Tetap Teratas
Dia mengatakan, ASII masih memiliki amunisi pendongkrak kinerja keuangan dari anak usahanya PT United Tractors Tbk (UNTR). Anak usaha ini diharapkan menjadi penopang di tengah pelemahan bisnis otomotif.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan penurunan laba bersih ASII menjadi Rp 31,41 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 33,83 triliun. Sedangkan pendapatan diprediksi turun dari Rp 313,42 triliun menjadi Rp 316,56 triliun.
Sementara itu, Investment Analyst Stockbit Sekuritas Edi Chandra mengatakan, penurunan harga saham ini membuka peluang untuk mengoleksi ASII sebagai salah satu saham yang memberikan dividen besar.
Baca Juga
“Kami meyakini bahwa ASII menawarkan potensi dividen menarik pada harga saat ini, dengan dividend yield sebesar 5% per tahun menggunakan asumsi konservatif,” tulisnya dalam riset hariannya.
Dengan asumsi dividen per saham yang konservatif sebesar Rp 239 seperti pada 2021, dividend yield ASII mencapai 5,2% dengan harga saham ASII Rp 4.600. “Ini merupakan angka yang konservatif menurut kami, dengan upside yang terbuka untuk angka dividen yang lebih besar,” ungkapnya.
Grafik Saham ASII

