Waspada! Saham TPIA, PTRO, dan AIMS Masuk UMA
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS), dalam daftar efek yang bergerak di luar kebiasaan (UMA). Hal ini dipicu atas lonjakan tiga saham tersebut dalam sepekan.
Berdasarkan data BEI, harga saham TPIA telah melesat dari level 2.910 menjadi Rp 4.350 dalam empat hari transaksi pekan ini. Bahkan, harga saham TPIA ditutup melesat hingga auto reject atas pada penutupan perdagangan saham kemarin.
Baca Juga
BREN Cetak Market Cap Rp 1.036 Triliun, BRPT Masuk Jajaran 10 Emiten Elit di BEI
Begitu juga dengan saham PTRO mencatatkan lompatan harga dari level Rp 4.150 menjadi Rp 7.200 dalam empat hari terakhir atau sepekan berjalan. Lompatan harga saham ini terjadi setelah Prajogo Pangestu menempatkan timnya dalam jajaran direksi dan komisaris PTRO.
Begitu juga dengan saham AIMS telah melambung dalam empat hari terakhir atau sepekan berjalan dari level Rp 448 menjadi Rp 605. Meski demikian volume transaksi saham ini tergolong tipis.
“Dalam rangka perlindungan investor, kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga TPIA, PTRO, dan AIMS di luar kebiaan,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Wall Street Berbalik Menguat, Indeks Nasdaq Melaju di Atas 1%
Sebelumnya, seluruh saham emiten Prajogo Pangestu mencatatkan lompatan harga hingga ke level tertinggi baru. Keempat saham tersebut adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Berkat lompatan harga tersebut tiga dari empat saham Prajogo tersebut telah masuk jajaran top 10 market cap di BEI, yaitu BREN menempati posisi kedua dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp 1.000 triliun atau mendekati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Kemudian, TPIA menduki peringkat delapan dari sisi market cap dan BRPT menempati posisi ke-10.
