Capital Inflow Deras, IHSG Diprediksi Bisa Gapai Resistance 7.053 Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan pekan ini, periode 25 – 29 September 2023.
Retail Equity Research KB Valbury Sekuritas Adrian Alamsyah memperkirakan IHSG akan menggapai target resistance level 7.053-7.095 dengan rentang support pada level 6.966-6.976.
Adrian melihat, makin agresifnya investor asing mencatat net buy pada sepekan lalu, dapat dicermati bahwa rasa optimisme terhadap pasar saham kita cukup positif, dengan makin solidnya perkonomian dalam negeri.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Stagnan Rp 1,079 Juta per Gram
“Terlebih IHSG yang berhasil tembus di atas 7.000 pada akhir pekan lalu,” imbuhnya dikutip dari riset yang diterbitkan, Minggu (24/9/2023).
Dikatakan pada pekan ini, pelaku pasar akan mencermati beberapa rilis data PMI Manufaktur beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), China juga dari Indonesia. "Data PMI negera-negara tadi akan dicermati pelaku pasar terutama asing," imbuhnya.
Sebelumnya, sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup menguat 0,49% ke level 7.016,84 di akhir perdagangan Jumat (22/9/2023).
Penguatan IHSG sepekan diiringi oleh aksi net buy asing yang cukup masif sebesar Rp 1,7 triliun di seluruh pasar.
Khusus di pasar reguler, net buy asing tercatat sebesar Rp 900 miliar dalam sepekan.
Baca Juga
Ramalan IHSG dan 6 Saham Potensi Cuan Besar di Pekan Terakhir September
Dari eksternal, pelaku pasar akhirnya mendapat pencerahan terkait keputusan Bank Sentral AS The Fed yang memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level 5,25 – 5,5% sesuai ekspetasi sebelumnya.
Namun, kata Adrian, The Fed disinyalir masih akan mempertahankan sikap hawkishnya hingga akhir tahun ini.
Hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) juga mengindikasikan jika kebijakan moneter yang ketat akan tetap berlanjut hingga 2024.
Dari dalam negeri, pasar mengapresiasi sikap Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuannya di level 5,75%. Demikian juga suku bunga deposit facility di level 5% dan lending facility 6,5%.
Penguatan harga saham-saham sektor infrastruktur dan konsumer non siklikal sepekan lalu, juga menjadi katalis positif yang menopang penguatan IHSG untuk menutup perdagangan di zona hijau pada akhir pekan.

