Bagikan

Pefindo Proyeksikan Emisi Obligasi Korporasi 2024 Bisa Capai Rp169 Triliun

JAKARTA, Investortrust.id  – Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan emisi obligasi korporasi pada 2024 dapat mencapai Rp 169,05 triliun. Jumlah ini, naik 29,24% dibandingkan total obligasi korporasi tahun 2023 senilai Rp 130,8 triliun.

“Prospek penerbitan surat utang korporasi pada 2024 akan lebih baik jika dibandingkan tahun lalu. Tahun ini kami proyeksikan meningkat dalam rentang Rp 148,15 triliun hingga Rp 169,05 triliun dengan titik tengah di Rp 155,46 triliun,” ujar Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (13/2/2024).

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang memengaruhi prospek penerbitan surat utang korporasi tahun ini. Dari domestik, penerbitan obligasi lebih banyak dipengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri, serta kebutuhan refinancing.

“Ini bisa diproyeksikan dari surat utang jatuh tempo yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” imbuh Suhindarto.

Kemudian dari sisi pertumbuhan ekonomi, Pefindo memperkirakan masih akan terjaga di kisaran 5%, seiring adanya pemilu yang diyakini terus menjaga konsumsi di level solid. Hal ini diyakini dapat mendorong penerbitan obligasi pada 2024.

Beberapa faktor lain yang masuk dalam perhitungan Pefindo adalah prediksi suku bunga yang masih akan dijaga tinggi untuk beberapa waktu mendatang. Pefindo juga memproyeksikan Bank Indonesia (BI)  baru akan menurunkan suku bunga pada sekitar semester kedua.

Baca Juga

Tunggu Data Ekonomi Penting, Yield Obligasi AS Turun

“Jadi angka tersebut sebenarnya sudah mengakomodir hal tersebut dan juga dengan kondisi risiko geopolitik yang masih ada cukup tinggi di beberapa waktu terakhir ini,” tegas Suhindarto.

Kemudian kemungkinan faktor lain yang akan juga sedikit banyak memengaruhi penerbitan obligasi tahun ini adalah kondisi wait and sea pelaku pasar. Pefindo perkirakan hal ini sudah akan cenderung menurun jika dibandingkan 2023.

Menurut Suhindarto, tahun lalu investor masih menanti siapa yang akan berkontestasi pada Pemilu 2024 dan apa saja program yang mereka usung, seperti prioritas pembangunan dan kebijakan ekonomi ke depan.

Hal-hal tersebut telah pasti (certain) tahun ini meski pelaku pasar juga masih perlu melihat siapa yang akan memenangkan kontestasi pemilu tahun ini. “Secara general kami tidak melihat sebenarnya ada banyak perbedaan yang mendasar dari kebijakan-kebijakan yang akan diusung ketiga paslon ketika terpilih nanti namun memang market ingin lebih certain,” papar dia.

Oleh karena itu Pefindo memperkirakan kemungkinan jika memang pemilu berlangsung dua putaran maka ketidakpastian masih akan ada paruh pertama 2024. Sehingga pasar modal diperkirakan mencapai level kepastian pada semester kedua.

Dengan begitu, penerbitan obligasi korporasi diperkirakan lebih meningkat pada semester kedua.

Dari sisi sektoral, Pefindo memproyeksikan pemain dari sektor yang biasanya memang menyumbang penerbitan obligasi paling besar, seperti multi finance dan perbankan masih akan mendominasi.

Pada peringkat penerbit obligasi terbanyak kedua, ada sektor telekomunikasi yang diperkirakan turut mendominasi, disusul sektor keuangan khusus, dan pembiayaan nonmulti finance.

“Jadi kalau dilihat secara proksi jatuh temponya seperti itu dan kemungkinan biasanya tidak akan jauh berbeda, antara struktur jatuh tempo berdasarkan sektor yang tadi saya sebutkan dengan nantinya struktur penerbitan dari sisi masing-masing sektornya,” pungkasnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024