Ternyata Segini Saham Indonesia di INCO Usai Vale Limited Teken Perjanjian Divestasi
JAKARTA, investortrust.id - Vale Base Metals Limited (VBM) melalui anak usahanya, Vale Canada Limited (VCL) telah menandatangani perjanjian pendahuluan dalam rangka divestasi 14% saham PT Vae Indonesia Tbk (INCO). Perjanjian yang melibatkan PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) berlangsung Jumat (18/11/2023).
CEO VBM sekaligus Presiden Komisaris Vale Indonesia, Deshnee Naidoo mengatakan, perjanjian ini membuktikan komitmen VBM dalam memajukan industri nikel Indonesia secara berkelanjutan. Perjanjian divestasi yang diperkirakan rampung pada 2024 ini menjadi babak baru dari 55 tahun riwayat operasional Vale di Indonesia.
“Sebagai tolok ukur pemasok nikel rendah karbon dan logam-logam penting penunjang transisi energi yang diproduksi secara bertanggung jawab, kami berharap bisa bekerja dengan para rekan dalam struktur kepemilikan saham yang baru,” ujar Deshnee Naidoo, melalui keterangan resmi yang diperoleh investortrust.id.
Baca Juga
Vale Teken Perjanjian Pendahuluan Divestasi 14% Saham INCO ke MIND ID
Perjanjian tersebut ditandangani di sela-sela Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC 2023, dalam acara seremonial yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, serta Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dan beberapa pejabat pemerintahan lainnya.
Pasca perjanjian ini, pemerintah Indonesia melalui MIND ID akan menjadi pemegang saham terbesar saham INCO sebanyak 34%. Ini menjadi porsi kepemilikan terbesar, di atas VCL sekitar 33,9% dan SMM sekitar 11.5%.
Deshnee Naidoo menambahkan, pihaknya mendukung ambisi hilirisasi Indonesia, sekaligus ikut memberikan nilai ekonomi yang kuat bagi para pemegang saham dan komunitas Vale dalam jangka panjang.
Baca Juga
Perjanjian ini menjadi langkah signifikan menuju keberhasilan mutualisme dan memenuhi kewajiban divestasi Indonesia. Perjanjian juga membuka jalan bagi pembaharuan izin usaha pertambangan Vale setelah tahun 2025. Sejauh ini Vale melihat peluang pertumbuhan baru atas investasi di Bahodopi, Sorowako, dan Pomalaa, Sulawesi.
Vale mengklaim sudah berinvestasi sekitar USD 8,6 miliar di Indonesia. VBM berkomitmen untuk terus menjadi penggerak penting bagi pertumbuhan produksi nikel global yang berpotensi meningkat hingga lebih dari 300kt per tahun. Saat ini tingkat produksi Vale berada pada kisaran 175kt per tahun.
Baca Juga
Jurus Vale Indonesia (INCO) Jaga Performa di Tengah Lesunya Harga Nikel

