BEI Optimistis Transaksi Harian Tembus Target Rp 12,25 Triliun, Cek Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis target rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp 12,25 triliun yang ditetapkan dalam RKAT 2024 akan tercapai.
Sementara itu, pada tahun 2023, BEI telah merevisi target RNTH dari sebelumnya sebesar Rp 14,75 triliun menjadi Rp 10,75 triliun hingga tahun ini.
Kepala Divisi Riset PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Verdi Ikhwan mengatakan RNTH 2024 bakal didorong oleh optimisme pelaku pasar pasca Pemilu, sebagaimana yang terjadi sebelumnya.
Baca Juga
“Kenapa optimistis? Karena kondisi setelah Pemilu dari historikal biasanya terjadi pembalikan. Artinya responnya (pelaku pasar) itu biasanya bagus, ada penaikan transaksi,” ungkap Verdi Ikhwan dalam acara Market Outlook 2024 dan Perkembangan Pasar Modal Indonesia yang digelar secara daring, Rabu (13/12/2023).
Verdi memaparkan bahwa pemilihan umum di tahun 2024 akan memberikan dampak yang baik bagi perekonomian Indonesia, disebabkan oleh naiknya aktivitas konsumsi oleh partai politik.
Selain itu, kebijakan ekonomi di masa depan yang diusung oleh kandidat presiden akan memberikan sentimen positif bagi pasar Indonesia.
Selain itu, Verdi juga mengungkapkan keyakinan tercapainya target RNTH adalah karena supply dan demand dari market Indonesia yang baik.
“Yang kedua, kita sudah punya base yang bagus dari supply dan demand, jumlah emiten banyak, jumlah investor banyak, sehingga kita optimistis,” paparnya.
Baca Juga
MDKA Buka-bukaan Soal Potensi Pergeseran Sumber Pendapatan, Apa Itu?
Sebagai informasi, hingga November 2023 jumlah emiten baru yang terdaftar di BEI adalah 77 perusahaan. Sedangkan total jumlah investor pasar modal sebanyak 12,03 juta. Walau begitu Verdy mengakui angka tersebut masih di bawah target.
Peningkatan ekonomi Indonesia yang ditargetkan oleh pemerintah dikatakan Verdi turut mendukung peningkatan RNTH Indonesia. Ekonomi Indonesia terus menguat dibandingkan negara-negara maju di tengah tantangan global.
“Seperti juga dengan kondisi makro kita, kan pemerintah menargetkan 5%, dan angka itu lumayan besar dibandingkan dengan negara lain. Seperti halnya negara maju, itu pertumbuhan ekonominya ada di angka 2-3%,” pungkas Kepala Divisi Riset BEI. (CR-4)

