Incar Transaksi Harian Saham Rp 12,25 Triliun 2024, Pendapatan BEI Bisa Tembus Rp 1,45 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Aktivitas transaksi pasar saham diharapkan meningkat pada tahun 2024, kendati dunia masih dilanda ketidakpastian akibat masalah geopolitik dan suku bunga tinggi.
Optimisme itu tergambar dari target Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar 12,25 triliun per hari, dengan total jumlah hari bursa sebanyak 239 hari, yang dipatok Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2024.
RKAT BEI 2024 telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI, Kamis (26/10/2023).
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan, target RNTH yang ditetapkan mengacu pada asumsi ekonomi makro yang ditargatkan pemeirntah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024.
Sebagaimana diketahui, tahun 2024, pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% year on year, kemudian laju inflasi sebesar 2,8%, nilai tukar rupiah Rp 15.000 per dolar AS, tingkat suku bunga SBN tenor 10 tahun di level 6,7% dan harga minyak mentah Indonesia di angka US$ 82 per barel.
Baca Juga
Pengembangan Bursa Karbon 2024, BEI Akan Libatkan AB dan Pihak Asing
‘’Target dalam RKAT BEI 2024 mengacu pada asumsi makro ekonomi pemerintah dalam APBN 2024, dan memperhatikan aktivitas perdagangan pada tahun 2023, serta kondisi perekonomian global pada tahun mendatang,’’ urai Iman dalam konfrensi pers usai RUPSLB BEI, di Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Diakui Iman, sepanjang tahun 2023 RNTH di BEI mengalami penurunan sebesar 28% yoy menjadi sebesar Rp 10,5 triliun transaksi per hari. Penurunan ini terutama dipicu oleh sentimen ekonomi global.
Terkait target pencatatan efek, pada tahun 2024 BEI membidik 230 pencatatan efek baru untuk semua instrumen pasar modal yang terdiri dari: pencatatan saham, sukuk, obligasi, dan efek lainnya. Target pencatatan efek 2024 tersebut meningkat dari target tahun 2023 sebanyak 200 pencatatan efek.
Adapun untuk kinerja keuangan, BEI berharap dapat mencatatkan kenaikan Pendapatan Usaha sebesar Rp153,38 miliar atau naik 11,86% menjadi Rp1,45 triliun di tahun 2024.
Baca Juga
Biaya Usaha 2024 diproyeksikan naik Rp114,41 miliar atau 9,61% menjadi Rp1,31 triliun. Kmeudian laba Sebelum Pajak menjadi Rp316,44 miliar. Setelah dikurangi Estimasi Beban Pajak sebesar Rp57,0 miliar, maka perolehan Laba Bersih BEI pada tahun 2024 adalah sebesar Rp259,44 miliar.
Adapun total Aset BEI pada tahun 2024 sebesar Rp6,56 triliun atau naik 6,52% dari RKAT 2023-Revisi. Saldo akhir Kas dan Setara Kas (termasuk investasi jangka pendek) pada tahun 2024 mencapai Rp3,12 triliun.

