Nilai Transaksi Harian BEI Turun 27% Jadi Rp 10,78 Triliun, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatat, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun menjadi Rp 10,78 triliun. Data per 20 Desember 2023 menunjukan penurunan sebesar 27% dibandingkan rata-rata transaksi harian tahun 2022 sebesar 14,75 triliun.
Hal itu disampaikan Direktur Utama KPEI, Iding Pardi dalam acara Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2023, Jumat, (29/12/2023). Selama 2023, KPEI juga mencatatkan rata-rata nilai penyelesaian harian sebesar Rp4,07 triliun, dan efisiensi nilai penyelesaian sebanyak 55,17%.
“Jika kita lihat efisiennya hampir 60%, dengan transaksi hampir Rp 11 triliun, hanya Rp 4,07 triliun yang kita selesaikan. Ini menjadi PR untuk KPEI, ke depan akan kita tingkatkan lagi efisiensinya,” jelas Iding.
Selain itu, rata-rata harian volume penyelesaian transaksi KPEI selama 2023 sebesar 7,30 miliar lembar saham. Dengan demikian, tingkat efisiensi penyelesaian sebesar 61,48%.
Baca Juga
Market Cap Pasar Saham Indonesia Melonjak 23,8%, Jadi Rp 11.762 Triliun
Sementara itu, nilai transaksi pinjam meminjam efek (PME) sampai dengan 20 Desember 2022 mencapai Rp73,02 miliar. Volumenya sebanyak 22,15 juta lembar saham.
Menurut Iding, masa pandemi menjadi kondisi yang luar biasa terkait RNTH dan aktivitas bursa. “Nah masa pandemi ini banchmark buat kami ya..., Potensinya besar, artinya di pandemi orang bertransaksi, ini adalah potensi yang bisa kita raih kembali,” terangnya.
Lebih lanjut, Iding mengatakan, SRO dan OJK akan Kembali menggelar program edukasi dan sosialisasi Kembali. Tujuannya agar akrivitas transaksi bursa lebih optimal lagi.
Baca Juga
Jumlah Investor Tumbuh 17,95%, KSEI Gulirkan Tiga Program Strategis Pasar Modal

