Saham Emiten Prajogo Pangestu Terbang, Nilai Kekayaannya Melonjak
JAKARTA, Investortrust.id – Saham ketiga perusahaan milik Prajogo Pangestu ini terbang setelah prospektus penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dirilis.
Penguatan tertinggi melanda saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) senilai Rp 310 (13,72%) menjadi Rp 2.570. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 2.280-2.620.
Baca Juga
Perusahaan Prajogo Pangestu Ini (BREN) Bidik Dana IPO Rp 3,51 T, Simak Keunggulan Bisnisnya
Penguatan serupa juga melanda saham PT Barito Paicific Tbk (BRPT) dengan kenaikan Rp 140 (10,94%) menjadi Rp 1.420. BRPT bergerak dalam rentang Rp 1.275-1.450. Begitu juga dengan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 280 (9,76%) menjadi Rp 3.150. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 2.910-3.150.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Prajogo Pangestu bertindak sebagai pemegang 71,7% saham BRPT. Prajogo juga tercatat sebagai pemegang 85,064% saham CUAN.
Berkat kenaikan harga ketiga saham tersebut, berdasarkan data real time Forbes hari ini, nilai kekayaan Prajogo Pangestu melonjak US$ 1,6 miliar menjadi US$ 10,6 miliar. Peringkat Prajogo meningkat menjadi orang paling kaya ke-176 secara global.
Baca Juga
Perusahaan Prajogo Pangestu Ini (CUAN) Gelar Aksi Korporasi, Kali Ini Akuisisi
Prajogo juga menjadi orang kaya nomor empat di Indonesia setelah Low Tuck Kwong dengan nilai kekayaan naik menjadi US$ 26,7 miliar, R Budi Hartono dengan nilai kekayaan turun menjadi US$ 25,4 miliar, dan urutan ketiga Michael Hartono dengan total kekayaan menyusut tipis menjadi US$ 24,3 miliar.
Sedangkan di Tjandra Asri, Prajogo bertindak sebagai pengendali saham TPIA melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan kepemilikan 34,63%. Dirinya juga memiliki sebanyak 7,78% saham TPIA secara langsung. Sedangkan sisanya dikuasai SCG Chemicals 30,57%, Marigold Resources Pte 3,92%, dan PT Top Investment sebanyak 15%.
Prajogo Pangestu selaku pengendali PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebelumnya telah menerbitkan prospek penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) saham dengan target dana Rp 3,51 triliun.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Lagi-lagi Borong Saham Barito (BRPT) dari Pasar, Volumenya Jumbo
Perseroan berniat melepas sebanyak 4,5 miliar saham atau setara degnan 3,35% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Barito Renewables berniat melepas sahamnya dengan target harga pelaksanaan Rp 670-780. Sedangkan PT BNI Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO saham perseroan.
Barito Renewables merupakan pengembang pembangkit listrik tenaga panas bumi. Sedangkan bertindak sebagai pemegang saham utama PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) sebanyak 64,43%, GE sekitar 23,52%, Jupiter Tiger Holdings sekitar 4,35%, dan sisanya masayakat 3,35%.
Perseroan berniat menggunakan dana hasil IPO saham terebut untuk pembayaran sebagian utang senilai US$ 158,58 juta kepada Bangkok Bank. Dana juga akan digunakan untuk memenuhi pembayaran kepada Star Senergy Oil and Gas Pte Ltd sebanyak 72,5 juta.
Terkait kinerja keuangan, Barito Renewables berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan dari US$ 133,65 juta pada kuartal I-2022 menjadi US$ 147,08 juta pada kuartal I-2023. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari US$ 22,33 juta menjadi US$ 29,24 juta.

