Saham Emiten Prajogo Pangestu Lagi-lagi Melesat, Nilai Kekayaannya Kembali Bertambah
JAKARTA, Investortrust.id – Ketiga saham emiten milik Prajogo Pangestu kembali mencatatkan penguatan harga sepanjang hari ini. Berkat penguatan tersebut nilai kekayaannya kembali menunjukkan peningakatan.
Bedasarkan data penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/9/2023), penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan kenaikan Rp 80 ( 3,11%) menjadi Rp 2.650. Saham ini bergerak dalam kisaran Rp 2.580-2.710.
Baca Juga
Medco Energi (MEDC) Raih Pinjaman Baru Rp 5,25 Triliun, Begini Penggunaannya
Begitu juga dengan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) kembali menunjukan kenaikan Rp 15 (1,08%) menjadi Rp 1.435. Bahkan, saham ini sempat menembus harga tertinggi intraday Rp 1.530.
Penguatan selanjutnya melanda saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp 30 (0,95%) menjadi Rp 3.180. Bahkan, saham ini sempat ditutup auto reject atas (ARA) pada sesi I dengan kenaikan Rp 410 menjadi Rp 3.460.
Baca Juga
Lompatan harga seluruh sahamnya telah membuat nilai kekayaan Prajogo Pangestu kembali bertambah menjadi US$ 10,6 miliar berdasarkan perhitungan real time billionare Forbes. Dirinya menempati urutan keempat untuk orang terkaya di Indonesia dan peringkat 173 di dunia.
Berdasarkan data BEI, Prajogo bertindak sebagai pengendali saham TIPI melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguasai sebanyak 34,63% saham TPIA. Prajogo Pangestu juga bertindak sebagai pemegang saham langsung sebanyak 7,78% saham TPIA.
Baca Juga
Pertamina-Petronas Jajaki Pengembangan Pabrik Greenfields LBO
Sedangkan pada BRPT, Prajogo Pangestu menggenggam sebanyak 71,179% saham BRPT dan sisanya dikuasai pemegang saham public. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir terlihat aksi beli saham BRPT oleh Prajogo.
Prajogo Pangestu juga tercatat sebagai pengendali dengan kepemilikan 85,064% saham CUAN. Berdasarkan data saham yang listing perdana sejak Maret 2023 ini telah melesat lebih dari Rp 220 menjadi Rp 3.180 atau telah melesat lebih dari 13 terhitung sejak listing perdana 8 Maret hingga penutupan perdagangan saham 18 September 2023.

