Gara-gara Tiga Saham Prajogo Pangestu Ini, IHSG Sesi I Anjlok 1,08%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (9/1/2024), ditutup anjlok sebanyak 78,38 poin (1,08%) menjadi 7.205,20. Penurunan tersebut dipicu atas anjloknya tiga saham emiten Prajogo Pangestu.
Penurunan indeks kali ini berbanding terbalik dengan bursa saham regional dan global yang mencatatkan penguatan hari ini. Penurunan tersebut menjadikan posisi IHSG berada di bawah penutupan akhir tahun lalu.
Baca Juga
Emiten Milik Politisi PDIP (NICE) Incar Produksi 2,5 Juta Ton Usai IPO
Berdasarkan data BEI, pemicu utama koreksi datang dari penurunan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) hingga auto reject bawah (ARB) Rp 1.055 (20%) menjadi Rp 4.220, PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) anjlok Rp 1.150 (17,04%) menjadi Rp 5.600, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok Rp 175 (13,26%) menjadi Rp 1.145, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) melorot Rp 570 (10,75%) menjadi Rp 4.730.
Sebaliknya saham dengan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) menguat Rp 102 (23,29%) menjadi Rp 540, saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) melesat Rp 280 (22,86%) menjadi Rp 1.505, saham Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik Rp 130 (12,21%) menjadi Rp 1.195, dan saham PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) melorot Rp 18 (11,84%) menjadi Rp 170.
Kemarin, IHSG ditutup terkoreksi hingga 67,04 poin (0,91%) menjadi 7.283,58. Pemodal asing mempertahankan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 764,71 miliar di seluruh pasar.
Baca Juga
Jokowi Ingatkan Program Bansos Harus Diteruskan dan Dipantau
Net buy terbanyak melanda saham bank papan atas ini, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 303,39 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 165,40 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 91,01 miliar.
Sebaliknya bursa saham Wall Street ditutup melesat dengan penguatan tertinggi melanda indeks Nasdaq hingga 2,20%, indeks S&P500 melesat 1,41%, dan indeks Dow Jones melambung 0,58%.
